Selasa, 16 April 2013

Pertanian padi dan budidaya ikan



Pertanian padi dan budidaya ikan (ragambudidaya) -Sawah tidak mudah kebanjiran, tidak sarang ( air tidak mudah hilang ) tidak mudah longsor, persediaan air cukup, mudah diawasi, serta transportasi mudah yaitu syarat penetapan teknologi pakantik ( padi-ikan-itik ). 

1. Saung/kandang itik serta pagar
  • Saung dibikin dengan berukuran 5 m kali 6 m dengan bahan bambu atau kayu.
  • saung berperan sebagai area beristirahat petani waktu bekerja disawah serta dibawahnya sebagai kandang itik saat malam hari, area bertelur itik saat pagi hari, serta area emberian pada pakan tambahan. kandang juga digunakan sebagai kurungan waktu tanaman padi masihkecil.
  • pagar bambu didirikan setinggi 50 cm supaya itik tidak berkeliaran mengganggu sawah punya petani lain. kontruksinya bisa jarang-jarang ( lebar celah 10 cm ), seandainya itik tidak bisa menerobos.

2. Persiapan lahan
  • Pengolahan tanah
Tanah diolah prima hingga kedalaman lumpur 15-20cm. ciri ciri pengolahan telah prima adalah jika pisau stainless steel dicelupkan lantas dicabut kembali, lumpur tidak menempel lagi.
  • Pematang
Pematang dibikin berukuran lebar basic 40-50cm, lebar atas 30-40cm, serta tinggi 30-40cm. pematang dilengkapi dengan saluran pemasukan serta pembuangan air pada ketinggian yang dikehendaki. saluran dapat menggunakan bambu atau pipa pvc serta dipasang saringan untuk menghindar ikan keluar.
  • Caren/parit
Caren bermanfaat sebagai area berlindung ikan apabila air mendadak turun, ikan dapat bergerak kesegala penjuru petakan, meringankan pemberian pakan tambahan, menyimpan ikan waktu pemupukan, serta meringankan waktu pemanenan ikan.

Caren dibikin sebelum saat tanah diratakan dengan ukuran lebar 30-40 cm, tinggi 20-30 cm, serta panjang sesuai ukuran petakan. caren yang disarankan adalah caren sedang serta caren palang.

3. Tanaman padi

Padi yang pas adalah varietas padi berperakaran didalam, cepat bertunas, batang kuat, daun tegak, tahan hama serta penyakit, produksinya tinggi, serta disukai penduduk. varietas yang pas contohnya ir 64, cisadane, ciliwung, serta citanduy. disarankan peneneman varietas ini digilir tiap-tiap musim.
langkah bertanam sesuai saran yang umum. bibit padi umur 3 minggu ditanam sejumlah 2-3 rumpun dengan jarak tanam 25 cm kali 25 cm, hingga itik mudah bergerak didalam petakan sawah.

4. Pemupukan

Type pupuk sesuai dengan saran dinas pertanian setempat. pupuk basic mutlak diberikan untuk meningkatkan perkembangan tanaman. dosis pupuk total apabila dikehendaki dapat dikurangi sejumlah 25 % dosis saran.

5. Aplikasi pestisida

Biasanya aplikasi pestisida tidak dibutuhkan lagi, dikarenakan ikan serta itik bertindak sebagai pengendali hayati yang efisien.

6. Ikan

Ikan tawes, nila, atau mujair bisa dipelihara, tetapi yang sangat pas adalah ikan mas. ikan disebar 3-5 hari sesudah padi ditanam. ukuran benih ikan 5-8 cm dengan padat penebaran 2. 000-3. 000 ekor/ha. lama pemeliharaan dibatasi hingga 45-60 hari sesudah padi ditanam. pada waktu itu daun padi telah menutup tanah, hingga cahaya matahari tidak efisien lagi merangsang perkembangan plankton sebagai pakan alami ikan. bila umur pemeliharaan ditambah, maka tingkat kehilangan oleh predator layaknya ular atau burung umumnya dapat meningkat.

Sebagai pakan tambahan bisa diberikan dedak halus, sisa makanan, serta kotoran ternak. pemanenan dikerjakan dengan langkah mengeluarkan air dengan perlahan supaya ikan berkumpul di caren. kerjakan saat pagi atau sore hari waktu temperatur rendah.

7. Itik

Itik yang dipilih disarankan type lokal unggul supaya mudah beradaptasi. jumlahnya 20-25 ekor/ha. bila tujuannya untuk membuahkan telur baiknya dipilih itik yang sudah berusia 4-6 bln.. itik dimasukkan ke petakan sawah sejak padi berusia 2-3 minggu. pakan tambahan diberikan tiap-tiap hari berbentuk gabah, menir, atau dedak halus sejumlah 2 ons/ekor.

Menginjak 3 minggu sebelum saat padi dipanen, pemberian pakan tambahan dapat dihentikan dikarenakan gara-gara gabah telah ada di sawah.

8. Ikan penyelang serta palawija ikan

Sesudah padi musim hujan selesai dipanen, petakan sawah ditanami ikan lagi sepanjang bln. - dimaksud ikan penyelang, atau sesudah panen pada musim kemarau - dimaksud palawija ikan. lantas itik bisa dilepaskan ke petakan sawah. pada waktu itu pemberian pakan itik baiknya diletakan di dalam petakan supaya pakan yang tercecer bisa dimakan oleh ikan.
Persiapan tempat untuk ikan penyelang atau palawija ikan dikerjakan membabat jerami, memproses tanah sekali, lantas jerami ditumpuk serta dibalik 2 minggu sekali.
sebagai benih ikan penyelang dapat dipakai ikan mas berukuran 3-5 cm dengan padat penebaran 5. 000 ekor/ha. dedak halus diberikan 2 hari sekali sejumlah 50 kg/ha. ikan dipanen menyambut padi musim kemarau ditanam.
Sebagai benih palawija ikan dipakai ikan mas berukuran 5-8 cm dengan padat penebaran 3. 000 ekor/ha. dedak sebagai pakan tambahan diberikan 5 hari sekali sejumlah 100 kg/ha. ikan dipanen sesudah berusia 2 bln..

-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar