Kamis, 31 Januari 2013

Budidaya Cabe


Budidaya Cabe (ragambudidaya) -Tanaman cabai ( tanaman cabe ) membutuhkan air cukup untuk menopang pertumbuhannya. air berperan sebagai pelarut unsur hara, pengangkut unsur hara ke organ tanaman, pengisi cairan tanaman cabai, dan menolong sistem fotosintesis serta respirasi. namun pemberian air tidak bisa terlalu berlebih. 

Iklim 
Angin sepoi-sepoi pas untuk budidaya cabai ( budidaya cabe ). curah hujan tinggi punya pengaruh pada berlebihan air. intensitas cahaya matahari amat diperlukan tanaman cabai ( tanaman cabe ), berkisar pada 10 – 12 jam /hari. namun suhu maksimal untuk perkembangan tanaman cabai ( tanaman cabe ) 240c -280c. 

Penentuan lokasi budiaya cabai ( budidaya cabe ) 
Lokasi budidaya cabai ( budidaya cabe ) baiknya dipilih yang strategis, transportasi mudah, dekat sumber air, jauh dari area penanaman cabai ( penanaman cabe ) lain/tanaman sefamili. histori tempat amat mutlak untuk di perhatikan, sangat baik tempat tidak ditanami tanaman cabai ( tanaman cabe ) sepanjang sekurang-kurangnya 2 th. paling akhir supaya didapatkan hasil maksimal. 

Pengukuran ph tanah budiaya cabai ( budidaya cabe ) 
pengukuran ph tanah dibutuhkan untuk memastikan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau ph rendah ( dibawah 6, 5 ). pengukuran dapat menggunakan kertas lakmus, ph mtr., atau cairan ph tester. pengambilan titik sampel dapat dikerjakan dengan zigzag. 

Persiapan fasilitas prasarana budiaya cabai ( budidaya cabe ) 
1. Pengadaan tanah untuk media semai. 
2. Pengadaan pupuk kandang, pupuk kimia, serta kapur pertanian. 
3. Pengadaan benih serta mulsa php ( plastik hitam perak ). 
4. Pengadaan pestisida. 
5. Pengadaan ajir, bambu penjepit mulsa php, serta tali pertanian. 
6. Pengadaan peralatan. 
7. Persiapan tenaga kerja. 

Persiapan tempat budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
  1. Pembajakan serta penggaruan.
  2. Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm, lebar parit 50-70 cm. 
  3. Pemberian kapur pertanian sejumlah 200 kg/rol mulsa php untuk tanah dengan ph dibawah 6, 5. 
  4. Pemberian pupuk kandang fermentasi sejumlah 40 ton/ha serta pupuk npk 15-15-15 sejumlah 150 kg/rol  mulsa php. 
  5. Pengadukan/pencacakan bedengan supaya pupuk yang telah diberikan bercampur dengan tanah. rapikan bedengan. 
  6. Pemasangan mulsa php. 
  7. Pembuatan lubang tanam. 
  8. Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm kali 60 cm serta musim penghujan dapat diperlebar 70 cm kali 70 cm. tujuannya untuk melindungi kelembapan hawa di lebih kurang pertanaman cabai ( pertanaman cabe ). 
  9. Pemasangan ajir. 

Persiapan pembibitan serta penanaman budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
  1. Rumah atau sungkup pembibitan. 
  2. Pembuatan media semai. Komposisi media semai yaitu 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, serta 150 g npk halus. media semai dimasukkan ke didalam polibag semai. 
  3. Penyemaian benih cabai ( benih cabe ). 
  4. Pemeliharaan bibit. 
  5. Pembukaan sungkup diawali jam 07. 00 - 09. 00, lantas sungkup di buka lagi jam 15. 00-17. 00. usia 5 hari menyambut tanam sungkup mesti di buka penuh untuk penguatan tanaman. penyiraman janganlah terlampau basah, dikerjakan tiap-tiap pagi. penyemprotan pestisida dikerjakan pada usia 15 hss ( hari sesudah semai ). dosis ½ dari dosis dewasa. 
  6. Geser tanam. Bibit cabai ( bibit cabe ) berdaun sejati 4 helai siap geser tanam ke tempat. 


Penyulaman budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
Penyulaman budidaya cabai( budidaya cabe ) dikerjakan hingga usia tanaman 3 minggu. jika usia tanaman cabai ( tanaman cabe ) telah terlampau tua serta tetap terus disulam menyebabkan perkembangan tanaman cabai ( tanaman cabe ) tidak seragam. punya pengaruh pada pengendalian hama penyakit. 

Perempelan serta pengikatan tanaman budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
Perempelan tunas samping. perempelan tunas samping dikerjakan pada tunas yang keluar di ketiak daun. mempunyai tujuan meningkatkan perkembangan vegetatif tanaman, supaya tanaman cabai ( tanaman cabe ) tumbuh kekar, selain itu juga melindungi kelembapan waktu tanamancabai ( tanaman cabe ) telah dewasa. dikerjakan hingga pembentukan cabang utama, ditandai timbulnya bunga pertama. 
perempelan daun. perempelan daun dikerjakan usia 80 hst ( hari sesudah tanam ) pada daun-daun dibawah cabang utama serta daun tua/terserang penyakit. 

Sanitasi tempat budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
Sanitasi tempat budidaya cabai ( budidaya cabe ) meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air waktu musim hujan hingga tidak nampak genangan, tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang hama penyakit disingkirkan dari area penanaman.


Pengairan budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
Pengairan budidaya cabai( budidaya cabe ) diberikan dengan terukur, dengan penggenangan atau pengeleban 1 minggu sekali bila tidak turun hujan. penggenangan janganlah terlampau tinggi, batas penggenangan cuma 1/3 dari tinggi bedengan. 

Pupuk akar 
Diberikan dengan langkah pengocoran : 
  • Usia 15 hst serta 30 hst, dosis 3kg npk 15-15-15 dilarutkan didalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman cabai ( tanaman cabe ) 200ml. 
  • Usia 45 hst serta 60 hst, dosis 4kg npk 15-15-15 dilarutkan didalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman cabai ( tanaman cabe ) 200ml. 
  • Usia 75 hst, 90 hst serta 105 hst, dosis 5kg npk 15-15-15 dilarutkan didalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman cabai ( tanaman cabe ) 200ml. 

Pupuk daun 
  • Kandungan nitrogen tinggi diberikan usia 14 hst serta 21 hst. 
  • Kandungan phospat, kalium serta mikro tinggi diberikan usia 35 hst serta 75 hst. 


Hama tanaman cabai ( tanaman cabe ) 

Gangsir 
Gangsir tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu brachytrypes portentosus. hama ini menyerang tanaman muda yang baru saja geser tanam. serangannya dikerjakan malam hari, namun siang harinya bersembunyi didalam tanah. gangsir bikin liang didalam tanah hingga kedalaman 90 cm. gangsir mengakibatkan kerusakan tanaman cabai ( tanaman cabe ) dengan langkah memotong pangkal batang namun tidak memakannya. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

Ulat tanah 
Ulat tanah tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu agrotis ipsilon. hama type ini menyerang tanaman cabai ( tanaman cabe ) pada malam hari, namun siang harinya bersembunyi didalam tanah atau di balik mulsa php. ulat tanah menyerang batang tanaman cabai ( tanaman cabe ) muda dengan langkah memotongnya, hingga kerap diberi nama ulat pemotong. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

Ulat grayak 
Ulat grayak tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu spodoptera litura. hama ini menyerang sisi daun tanaman cabai ( tanaman cabe ) dengan langkah bergerombol. daun diserang berlubang serta meranggas. ulat grayak dimaksud juga ulat tentara. layaknya halnya type ulat lain ulat ini menyerang tanaman cabai( tanaman cabe ) malam hari, tengah siang harinya bersembunyi di balik mulsa atau didalam tanah. ulat grayak berbentuk polifag. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Ulat buah 
Ulat buah tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu helicoverpa sp. hama ini menyerang buah muda dengan langkah bikin lubang serta memakannya. ulat buah berbentuk polifag. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Thrips 
Thrips tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu thrips parvispinus. serangannya ditandai ada bercak-bercak keperakan pada daun tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang. hama ini lebih senang mengisap cairan daun muda hingga mengakibatkan daun diserang mengeriting, selanjutnya tanaman cabai ( tanaman cabe ) jadi kerdil. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahanaktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Kutu daun 
kutu daun tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu myzus persiceae. kutu ini mengisap cairan tanaman cabai ( tanaman cabe ) terlebih pada daun muda, kotorannya berasa manis hingga menggundang semut. serangan kronis mengakibatkan daun alami klorosis ( kuning ), menggulung serta mengeriting, selanjutnya tanaman cabai ( tanaman cabe ) jadi kerdil. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Kutu kebul 
Kutu kebul tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu bemisia tabaci. hama berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih layaknya lilin. kutu kebul menyerang serta menghisap cairan sel daun hingga beberapa sel serta jaringan daun rusak. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Tungau 
Tungau tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu tungau kuning ( pol polphagotarsonemus lotus ) serta tungau merah ( tetranychus cinnabarinus ). tungau bersembunyi di balik daun sembari menghisap cairan daun. daun cabai ( cabe ) diserang berwarna kecoklatan, terpelintir, dan pada permukaan bawah daun ada benang-benang halus berwarna merah atau kuning. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida akarisida memiliki bahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Lalat buah 
Lalat buah tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu dacus dorsalis. lalat betina dewasa menyerang dengan langkah menyuntikkan telurnya ke didalam buah, lantas telur beralih jadi larva, telur-telur ini selanjutnya menggerogoti buah cabai ( cabe ) hingga buah jadi busuk. pengendalian lalat buah menggunakan perangkap lalat ( sexpheromone ), langkahnya : metil eugenol dimasukkan botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau bisa menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat ( contoh nangka, timun ) lantas digabung insektisida memiliki bahan aktif metomil. disamping itu juga bisa dikerjakan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Nematoda 
Nematoda tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu meloidogyne incognita. serangan nematoda ditandai ada bintil-bintil pada akar. nematoda adalah cacing tanah berukuran amat kecil, hama ini adalah cacing parasit penyerang sisi akar tanaman cabai ( tanaman cabe ). bekas gigitan cacing inilah selanjutnya mengakibatkan serangan sekunder, layaknya layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. langkah pengendalian nematoda dengan pemberian insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 


Penyakit tanaman cabai ( tanaman cabe ) 

Rebah semai 
Rebah semai tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu pythium debarianum. penyakit ini biasa menyerang tanamancabai ( tanaman cabe ) fase pembibitan serta tanaman muda sesudah geser tanam. langkah pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahanaktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf serta fungisida kontak memiliki bahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. dosis ½ dosis paling rendah yang tercantum pada kemasan. 

Layu bakteri 
bakteri pemicu layu tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu pseudomonas sp. penyakit layu bakteri kerap menggagalkan tanaman, tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang alami kelayuan pada daun, dimulai dari daun-daun muda. usaha pengendaliannya diantaranya menambah ph tanah, memusnahkan tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang, lakukan penggiliran tanaman dan penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. sebagai pencegahan, dengan biologi berikanlah trichoderma pada waktu persiapan tempat. usia 25 hst, 40 hst serta 70 hst dikerjakan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, perumpamaan wonderfat. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Layu fusarium 
Cendawan pemicu layu tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu fusarium oxysporum. tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang alami kelayuan diawali daun-daun tua, lantas menyebar ke daun-daun muda serta menguning. usaha pengendaliannya diantaranya menambah ph tanah, memusnahkan tanaman cabai( tanaman cabe ) diserang, lakukan penggiliran tanaman dan penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida memiliki bahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. sebagai pencegahan, dengan biologi berikanlah trichoderma pada waktu persiapan tempat. usia 25 hst, 40 hst serta 70 hst dikerjakan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, perumpamaan wonderfat. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Busuk phytophtora 
Cendawan pemicu busuk phytophtora tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu phytopthora infestans. penyakit ini menyerang seluruh sisi tanaman. batang diserang ditandai bercak coklat kehitaman serta kebasah-basahan. serangan serius mengakibatkan tanaman cabai ( tanaman cabe ) layu. daun diserang layaknya tersiram air panas. buah diserang ditandai bercak kebasah-basahan sebagai coklat kehitaman serta lunak. pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Busuk kuncup 
Penyakit busuk kuncup tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu choanephora cucurbitarum. penyakit busuk kuncup menyerang bunga, tangkai bunga, pucuk serta ranting tanaman cabai ( tanaman cabe ). ranting diserang berwarna coklat kehitaman serta cepat menyebar hingga mematikan ujung tanaman cabai ( tanaman cabe ), namun sisi yang lain tetap tegar. ranting mati membusuk. pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya metalaksil, propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf, serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Bercak cercospora 
Cendawan bercak cercospora tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu cercospora capsici. penyakit bercak cercospora menyerang daun, tangkai buah, batang serta cabang tanaman cabai ( tanaman cabe ). tanda-tanda serangan ditandai ada bercak bulat kecil kebasah-basah, bercak bisa meluas dengan diameter 0, 5 cm, pusat bercak berwarna pucat hingga putih, pinggir bercak berwarna lebih tua. daun diserang kronis berwarna kuning serta gugur. pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Antraknosa ( patek ) 
Cendawan antraknosa tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu colletotrichum capsici serta gloesporium piperatum. antraknosa kerap juga diistilahkan patek. buah diserang dapat terlihat bercak agak bulat serta berlekuk berwarna cokelat tua, disini cendawan membentuk massa spora berwarna merah jambu. buah diserang mesti dimusnahkan dari area penanaman cabai ( penanaman cabe ). pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Virus 
Virus tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu tmv, tev, trv, cmv, trsv, ctv serta pvy. virus adalah penyakit yang amat punya potensi menyebabkan kegagalan terlebih musim kemarau. tanda-tanda serangan biasanya ditandai perkembangan tanaman cabai ( tanaman cabe ) mengerdil, daun mengeriting serta ada bercak kuning kebasah-basahan. penyakit virus hingga saat ini belum ditemukan penangkalnya. penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melewati vektor atau penular. sebagian hama yang amat punya potensi penular virus salah satunya yaitu thrips, kutu daun, kutu kebul, serta tungau. manusia bisa juga bertindak sebagai penular virus, baik melewati alat-alat pertanian ataupun tangan terlebih waktu perempelan. sebagian usaha penanganan virus diantaranya : bersihkan gulma ( gulma punya potensi jadi inang virus ), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang, kebersihan alat serta berikan pemahaman pada tenaga kerja supaya tidak asal-asalan waktu lakukan penanganan pada tanaman cabai ( tanaman cabe ). 


Kiat pengendalian hama serta penyakit pada budidaya cabai 
Pengendalian hama gangsir, ulat tanah serta nematoda dikerjakan dengan berbarengan cukup satu kali pemberian insektisida, yakni 1gram per lubang tanam. 
pengendalian hama ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, thrips, tungau, lalat buah serta penyakit menggunakan pestisida mesti dikerjakan berseling atau penggantian bahan aktif yang tercantum diatas tiap-tiap lakukan penyemprotan ( janganlah menggunakan bahan aktif yang sama dengan berturut-turut ). 

Panen 
Cabai ( cabe ) merah bisa dipanen pada usia 110 hst. buah dipanen yaitu buah 80% masak. 



Budidaya Buah Melon



Budidaya Buah Melon (ragambudidaya) -Tanaman melon membutuhkan curah hujan pada 2000-3000 mm/th dengan ketinggian area yang maksimal 200-900 mdpl. intensitas cahaya matahari berkisar pada 10-12 jam /hari. suhu maksimal untuk perkecambahan berkisar 28°-30°c, untuk perkembangan vegetatif 20-25°c serta untuk pembungaan 25°c. rasa melon yang manis dapat terwujud jika selisih suhu pada siang serta malam cukup tinggi. suhu pada siang hari untuk pembesaran 26°c hingga bisa menambah fotosintesis. namun suhu malam harinya 20°c untuk menghimpit sistem respirasi cadangan makanan. air amat diperlukan oleh tanaman ini dikarenakan 90% kandungan melon terdiri dari air. lokasi penanaman melon baiknya bukan hanya bekas tempat tanaman melon atau tanaman sefamili. sekurang-kurangnya telah diberakan sepanjang 2 th. untuk didapatkan hasil yang maksimal. 

Persiapan tehnis budidaya melon 
Pengukuran ph tanah dibutuhkan untuk memastikan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau ph rendah ( dibawah 6, 5 ). pengukuran dapat dikerjakan dengan kertas lakmus, ph mtr., atau cairan ph tester. pengambilan titik sampel dapat dikerjakan dengan langkah zigzag. 

Proses budidaya melon 

Persiapan lahan 
Persiapan tempat meliputi pembajakan serta penggaruan tanah, pembuatan bedengan kasar dengan lebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm serta lebar parit 50-70 cm, pemberian kapur pertanian sejumlah 200 kg/rol mulsa php ( plastik hitam perak ) untuk tanah dengan ph dibawah 6, 5, pemberian pupuk kandang yang telah difermentasi sejumlah 40 ton/ha serta pupuk npk 15-15-15 sejumlah 150 kg/rol mulsa php, lantas dikerjakan pengadukan/pencacakan bedengan supaya pupuk yang telah diberikan bercampur dengan tanah, persiapan setelah itu pemasangan mulsa php, pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm kali 60 cm namun untuk musim penghujan dapat diperlebar 70 cm kali 70 cm serta lantas dikerjakan pemasangan ajir. pemasangan ajir yang disarankan dengan sistem ajir tegak agar kelembapan tanaman terjaga, masing2 ajir dikaitkan dengan gelagar. gelagar ini disamping menghubungkan ajir yang satu dengan yang lain juga berperan sebagai area penggantungan buah. supaya serangkaian ajir tersebut jadi kuat pada ajir sangat tepi serta tiap-tiap 4 ajir dipasang ajir penguat membentuk sudut ± 45°. 

Persiapan pembibitan serta penanaman 
Pada persiapan pembibitan diperlukan rumah atau sungkup pembibitan membuat perlindungan bibit yang tetap muda. lantas sediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, serta 150 g npk halus. media campuran dimasukkan ke didalam polibag semai. sebelum saat lakukan penyemaian benih, baiknya benih direndam didalam larutan fungisida sistemik memiliki bahan aktif simokanil atau metalaksil dengan dosis ½ dari dosis paling rendah yang disarankan pada kemasan sepanjang ± 6 jam, baru lantas benih disemai pada media. untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup dengan kain goni ( dapat juga menggunakan mulsa php ) serta dijaga didalam situasi lembab. 

Pembukaan penutup permukaan media semai dikerjakan jika benih telah berkecambah, baru lantas benih disungkup menggunakan plastik transparan. pembukaan sungkup diawali pada jam 07. 00 - 09. 00, serta di buka lagi jam 15. 00-17. 00. usia 5 hari menyambut tanam sungkup mesti di buka dengan penuh untuk penguatan tanaman. penyiraman janganlah terlampau basah serta dikerjakan tiap-tiap pagi. penyemprotan dengan fungisida memiliki bahan aktif simoksanil serta insektisida memiliki bahan aktif imidakloprid pada usia 8 hss ( hari sesudah semai ) dengan dosis ½ dari dosis paling rendah. bibit yang telah mempunyai 4 helai daun sejati siap untuk geser tanam ke tempat. 


Pemeliharaan tanaman pada budidaya melon 

Penyulaman 
penyulaman dikerjakan s/d usia tanaman 2 minggu. tanaman yang telah terlampau tua jika tetap terus disulam menyebabkan perkembangan tidak seragam. serta dapat punya pengaruh pada pengendalian hama penyakit. 

Pengikatan serta pemangkasan tanaman 
Tanaman melon terhitung tanaman merambat dengan perkembangan yang cepat, karenanya sedini barangkali mesti telah segera diikatkan pada ajir, pengikatan dikerjakan tiap-tiap jarak 40 cm. 

Pemangkasan tanaman mempunyai tujuan untuk memelihara cabang cocok dengan yang dikehendaki. supaya sirkulasi hawa di lebih kurang arel pertanaman lancar maka disarankan memelihara satu cabang utama. pemangkasan cabang lateral diawali dari ruas ke-1 hingga ke-6. cabang lateral pada ruas ke-7 hingga ke-10 dipelihara sebagai area akan buah. akan buah diseleksi waktu ukuran buah sekurang-kurangnya sebesar telur, dipilih 2 buah yang prima. sesudah dikerjakan seleksi buah cabang lateral yang buahnya dipelihara dipangkas dengan tersisa 3 helai daun diatasnya. namun cabang lateral yang buahnya tidak dipelihara, yang satu dipangkas pada ruas ke 2 serta yang satunya lagi dipelihara sebagai cadangan daun untuk mengantisipasi kekurangan daun akibat serangan hama penyakit. pemangkasan cabang lateral dilanjutkan pada ruas ke-12 hingga ke-33. ujung cabang utama di atas ruas ke 33 lantas dipangkas. 

Buah melon butuh diikat pada gelagar untuk menolong batang tanaman menyangga beban buah. pengikatan dikerjakan pada cabang lateral yang terkait dengan tangkai buah membentuk huruf t. 

Sanitasi tempat serta pengairan 
sanitasi tempat pada budidaya melon meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air waktu musim hujan hingga tidak nampak genangan, pemangkasan daun serta pencabutan tanaman yang diserang hama 

Penyakit. 
pengairan diberikan dengan terukur, dengan penggenangan atau pengeleban 1 minggu sekali bila tidak turun hujan. penggenangan janganlah terlampau tinggi, batas penggenangan cuma 1/3 dari tinggi bedengan. 

Pemupukan susulan 
Pupuk akar diberikan dengan langkah pengocoran pada usia 15 hst, 25 hst serta 35 hst dengan dosis 3kg npk 15-15-15 serta 1kg zk dilarutkan didalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman diberikan 200ml. 
Pupuk daun kandungan nitrogen tinggi diberikan pada usia 7 hst serta 24 hst, namun kandungan phospat, kalium serta mikro tinggi diberikan usia 20 hst, 30 hst serta 45 hst. 

Defisiensi unsur hara 

Kalium. tanaman melon membutuhkan unsur hara kalium didalam jumlah yang amat banyak. unsur ini bertindak didalam penyusunan protein serta karbohidrat. disamping itu pemberian unsur kalium yang cukup akan menambah mutu buah dan menambah ketahanan tanaman baik pada serangan hama penyakit ataupun kekeringan. kekurangan kalium ditandai dengan tanda-tanda pinggir daun jadi kuning muda, lantas beralih jadi kecoklatan, selanjutnya robek seolah bergerigi. untuk menangani kekurangan unsur hara ini bisa dikocor kno3, serta bisa juga dikerjakan penyemprotan pupuk daun yang memiliki kandungan kalium tinggi, contohnya pupuk mkp ( mono kalium pospat ). 

Magnesium. tanaman melon juga memerlukan unsur magnesium didalam jumlah yang relatif banyak. unsur ini berperan unsur membentuk klorofil ( zat hijau daun ) serta mengaktifkan enzim-enzim didalam sistem metabolisme. kekurangan unsur ini ditandai dengan klorosis di antara tulang daun, warna daun menguning, ada bercak merah kecoklatan namun tulang daun terus berwarna hijau. untuk menangani kekurangan unsur ini bisa dengan pengapuran serta penyemprotan pupuk daun yang memiliki kandungan magnesiun tinggi, contoh magnesium sulfat. 

pengendalian hama serta penyakit tanaman melon 

Hama tanaman melon 

1. Gangsir 
Gangsir menyerang batang tanaman muda terlebih pada tanaman yang baru saja geser tanam. serangannya dikerjakan saat malam hari, memotong batang tanaman namun tidak memakannya. hama ini bersembunyi didalam tanah membuat liang pada tanah, keberadaan gangsing bisa dicirikan ada onggokan tanah pada muka liang. langkah pengendaliannya yaitu dengan pemberian insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

2. Ulat tanah 
Hama type ini menyerang tanaman saat malam hari, namun pada siang harinya bersembunyi didalam tanah atau di balik mulsa php. ulat tanah menyerang batang tanaman yang tetap muda dengan langkah memotongnya, hingga kerap diberi nama juga ulat pemotong. langkah pengendaliannya yaitu dengan pemberian insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

3. Ulat grayak 
Ulat grayak menyerang daun tanaman berbarengan didalam jumlah yang amat banyak, ulat ini umumnya menyerang pada malam hari. pengendalian yang bisa dikerjakan yaitu dengan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

4. Ulat jengkal 
Tanda-tanda serangan ulat ini ditandai pada pinggir daun muda ada bekas gigitan serangga yang semakin lama semakin jadi ke sedang sampai tersisa tulang daunnya. pengendalian yang bisa dikerjakan yaitu dengan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

5. Thrips 
Serangan thrips ditandai karenanya ada bercak-bercak keperakan pada daun tanaman yang diserang. hama ini lebih senang mengisap cairan daun muda hingga mengakibatkan daun yang diserang mengeriting, selanjutnya tanaman jadi kerdil. pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

6. Kutu daun 
Kutu daun mengisap cairan tanaman terlebih pada daun yang tetap muda, kotoran dari kutu ini berasa manis hingga menggundang semut. daun yang diserang alami klorosis( kuning ), menggulung serta mengeriting, selanjutnya tanaman jadi kerdil. pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

7. Kutu kebul 
Hama ini berwarna putih, bersayap serta tubuhnya diselimuti serbuk putih layaknya lilin. kutu kebul menyerang serta menghisap cairan sel daun hingga beberapa sel serta jaringan daun rusak. pengendalian hama ini dengan langkah penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

8. Tungau 
Tungau bersembunyi di balik daun serta menghisap cairan daun. daun yang diserang berwarna kecoklatan serta terpelintir, dan pada permukaan bawah daun ada benang-benang halus berwarna merah atau kuning. pengendalian tungau bisa dikerjakan dengan penyemprotan insektisida akarisida memiliki bahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

9. Kumbang daun 
Kumbang daun diberi nama juga oteng-oteng. serangannya ditandai karenanya ada bekas gigitan serangga membentuk guratan-guratan konsentris pada daun. tak hanya mengakibatkan kerusakan daun kumbang ini juga mengakibatkan kerusakan bunga melon. pengendaliannya dengan langkah penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 


10. Lalat buah 
Lalat betina dewasa menyerang buah melon dengan langkah menyuntikkan telurnya ke didalam buah, lantas telur beralih jadi larva, telur-telur inilah yang selanjutnya menggerogoti buah melon hingga buah jadi busuk. pengendalian lalat buah bisa menggunakan perangkap lalat ( sexpheromone ), langkahnya : metil eugenol dimasukkan pada botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau bisa juga menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat ( contoh nangka, timun ) lantas digabung insektisida memiliki bahan aktif metomil. disamping itu juga bisa dikerjakan penyemprotan menggunakan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

11. Tikus 
Tikus menyerang buah melon saat malam hari, pada siang hari umumnya hama ini bersembunyi didalam sarang. langkah pengendaliannya bisa dengan berikan umpan yang sudah digabung rodentisida, campuran ini ditaruh di depan lubang tikus yang tetap aktif, ditandai karenanya ada sisa-sisa makanan baru pada lubang atau tampak bekas dilewati tikus. disamping itu dapat juga dengan langkah, pada lubang sarang aktif diberi kabit, serta disiram dengan air lantas lubang ditutup dengan tanah supaya gas yang diakibatkan oleh karbit tidak keluar. 

12. Nematoda 
Serangan nematoda ditandai ada bintil-bintil pada akar. nematoda adalah cacing tanah yang berukuran amat kecil, hama ini adalah cacing parasit yang menyerang sisi akar tanaman. bekas gigitan cacing inilah yang selanjutnya mengakibatkan serangan sekunder, layaknya layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. langkah pengendalian nematoda yaitu dengan pemberian insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

Penyakit tanaman melon 

1. Rebah semai 
Rebah semai biasa menyerang tanaman melon pada fase pembibitan. langkah pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik memiliki bahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dengan dosis ½ dari dosis paling rendah yang tercantum pada kemasan. 

2. Layu bakteri 
Penyakit ini kerap menggagalkan tanaman, serangannya dikarenakan oleh bakteri. usaha pengendalian yang bisa dikerjakan diantaranya dengan menambah ph tanah, memusnahkan tanaman yang diserang, lakukan penggiliran tanaman dan penyemprotan dengan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin dengan dosis cocok pada kemasan. sebagai pencegahan, dengan biologi bisa diberikan trichoderma pada waktu persiapan tempat, pada usia 20hst serta 35 hst dikerjakan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, perumpamaan wonderfat dengan dosis cocok saran pada kemasan. 

3. Layu fusarium 
Tanda-tanda yang diakibatkan oleh layu fusarium nyaris sama juga dengan layu bakteri, yang membedakan hanya pemicunya. layu fusarium dikarenakan oleh serangan jamur. usaha pengendalian yang bisa dikerjakan diantaranya dengan menambah ph tanah, memusnahkan tanaman yang diserang, lakukan penggiliran tanaman dan penyemprotan dengan kimiawi menggunakan fungisida memiliki bahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis cocok pada kemasan. sebagai pencegahan, dengan biologi bisa diberikan trichoderma pada waktu persiapan tempat, pada usia 20hst serta 35 hst dikerjakan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, perumpamaan wonderfat dengan dosis cocok saran pada kemasan. 

4. Busuk phytopthora 
Penyakit ini menyerang seluruh sisi tanaman. batang yang diserang ditandai dengan bercak coklat kehitaman serta kebasah-basahan. serangan serius mengakibatkan tanaman layu. daun melon yang diserang layaknya tersiram air panas. buah yang diserang ditandai dengan bercak kebasah-basahan sebagai coklat kehitaman serta lunak. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. 

5. Gummy stem blight 
Penyakit ini bermula dari sisi bawah batang tanaman yang terlihat layaknya tercelup minyak, setelah itu mengeluarkan cairan berwarna merah cokelat serta selanjutnya tanaman mati. daun yang diserang ditandai dengan bercak bundar melekuk ke didalam berwarna cokelat kehitaman lama kelamaan daun dapat jadi kering. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, tridemorf, difenokonazol, atau tebukonazol serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. 

6. Powdery mildew 
Tanda-tanda dimulai dengan bercak bulat kecil berwarna keputihan pada permukaan sisi bawah daun. lantas bercak dapat menyatu serta berkembang ke permukaan daun sisi atas hingga daun layaknya diselimuti tepung. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. 

7. Downy midew 
Ada bercak berwana kuning muda pada permukaan daun yang dibatasi oleh tulang daun, namun pada permukaan sisi bawahnya ada massa spora yang berwarna kehitaman. pada serangan yang kronis berlangsung pembusukan tulang daun yang selanjutnya mengakibatkan tanaman mati. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. 

8. Antraknosa 
Antraknosa kerap juga diistilahkan dengan nama patek. penyakit ini menyerang seluruh sisi tanaman yang ditandai karenanya ada bercak agak bulat berwarna cokelat muda, lantas beralih jadi cokelat tua hingga kehitaman. makin lama bercak melebar serta menyatu selanjutnya daun jadi kering. tanda-tanda lain yaitu bercak bulat memanjang berwarna kuning atau cokelat. buah yang diserang dapat terlihat bercak agak bulat serta berlekuk berwarna cokelat tua, di sini cendawan dapat membentuk massa spora berwarna merah jambu. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. 

9. Kudis ( scab ) 
Serangan pada buah muda dapat terlihat bercak berwarna hijau-cokelatan melekuk ke didalam, sisi tepinya mengeluarkan cairan yang dapat jadi kering layaknya karet. pada buah tua serangan penyakit ini dapat membentuk kudis bergabus yang berwarna cokelat, namun sistem pematangan buah tidak alami kendala. tetapi sesudah dipanen, cendawan dapat aktif serta buah mudah membusuk. pada daun yang diserang dapat tampak bercak cokelat kebasah-basahan serta mengeluarkan lendir. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, atau dimetomorf serta fungisida kontak memiliki bahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram.


10. Bercak daun 
Penyakit ini dikarenakan oleh serangan bakteri, berkembang cepat terlebih pada musim hujan. serangan ditandai karenanya ada bercak putih serta bersudut dikarenakan dibatasi tulang daun. lantas bercak beralih jadi cokelat kelabu dan sisi bawah daun mengeluarkan cairan, selanjutnya daun jadi kering. pengendaliannya menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik layaknya tembaga. dosis cocok pada kemasan. 

11. Virus 
Virus adalah penyakit yang amat punya potensi menyebabkan kegagalan terlebih pada musim kemarau. tanda-tanda serangan biasanya ditandai dengan perkembangan tanaman yang mengerdil, daun mengeriting serta ada bercak kuning kebasah-basahan. penyakit virus hingga saat ini belum ditemukan penangkalnya. penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melewati vektor atau penular. sebagian hama yang amat punya potensi jadi penular virus salah satunya yaitu thrips, kutu daun, kutu kebul, serta tungau. manusia bisa juga bertindak sebagai penular virus, baik melewati alat-alat pertanian ataupun tangan terlebih pada waktu pemangkasan. sebagian usaha penanganannya virus diantaranya : bersihkan gulma ( dikarenakan gulma punya potensi jadi inang virus ), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman yang telah diserang virus, kebersihan alat serta berikan pemahaman pada tenaga kerja supaya tidak asal-asalan waktu lakukan penanganan pada tanaman. 

Kiat pengendalian hama serta penyakit pada budidaya melon : 

  1. Pengendalian hama gangsir, ulat tanah serta nematoda dikerjakan dengan berbarengan cukup satu kali pemberian insektisida, yakni 1gram per lubang tanam. 
  2. Pengendalian hama ulat grayak, ulat jengkal, thrips, kutu daun, kutu kebul, tungau, kumbang daun serta lalat buah serta penyakit menggunakan pestisida mesti dikerjakan berseling atau penggantian bahan aktif yang tercantum diatas tiap-tiap lakukan penyemprotan ( janganlah menggunakan bahan aktif yang sama dengan berturut-turut ). 


Panen 

Usia panen buah melon amat beragam, yakni pada 55-85 hst ( hari sesudah tanam ). factor yang sangat punya pengaruh pada usia panen yaitu genetik serta lingkungan. buah melon dengan varietas yang tidak sama dapat mempunyai usia panen yang tidak sama juga walaupun ditanam pada situasi lingkungan yang sama. serta sebaliknya, varietas melon yang sama dapat mempunyai usia panen yang tidak sama apabila ditanam pada situasi lingkungan yang tidak sama, terlebih ketinggian area.




Minggu, 27 Januari 2013

Budidaya Jamur

Budidaya jamur adalah di antara pilihan banyak penduduk mengingat tanaman ini dapat mendatangkan keuntungan tinggi untuk penduduk. mekanismenya juga tidak terlampau repot, apalagi budidaya jamur sekarang ini telah dapat dikerjakan dilokasi yang berhawa panas.
budidaya jamur sesungguhnya mesti dikerjakan didataran tanah 400-800 mtr. di atas permukaan laut. tetapi, bikin sahabat yang tinggal didataran rendah sekarang ini telah ada cara alternative untuk mengawali budidaya jamur walau lokasi tanah sahabat ada didataran yang tidak beri dukungan ( dataran rendah ).

Dari segi harga, harga jamur memanglah cukup tinggi serta harga nya juga relative stabil bila dibanding dengan tanaman sejenis yang lain. harga tinggi, keinginan pasar terus meningkat serta cara tanamnya yang tidak terlampau merepotkan bikin beberapa orang selanjutnya menentukan untuk jadikan tanaman jamur sebagai mata pencaharian baru mereka.
nah di bawah ini yaitu sebagian trick berbudidaya jamur. chekkidot

cara budidaya jamur #1

pertama-tama yang perlu sahabat kerjakan yaitu membuat sesuatu bangunan kumbung untuk digunakan sebagai media. kumbung tersebut mesti dibikin menggunakan system sirkulasi buka tutup. system sirkulasi buka tutup ditujukan untuk mengatur hawa yang masuk ke kumbung, menutupnya disiang hari serta membukanya pada malam hari. karena, maka kelembaban dapat senantiasa terjaga.

cara budidaya jamur #2

pakai atap yang tidak menyerap panas. didalam perihal ini sahabat dapat menggunakan plastic ultra violet atau genting membuat perlindungan jamur dari sengatan cahaya matahari yang terlalu berlebih. bila cahaya matahari yang masuk terlampau panas, maka jamur tak lagi dapat bertahan, jikalau dapat pertumbuhannya tak lagi optimal.

cara budidaya jamur #3

bila sahabat menanam jamur, factor kelembaban jadi perihal terutama. bila media yang sahabat pakai tidak mencukupi stsobatr kelembaban yang diperlukan oleh tanaman, maka budidaya jamur yang sahabat praktekkan tak lagi dapat jalan dengan normal. untuk jadikan media bisa mencukupi stsobatr kelembaban yang diperlukan sahabat dapat letakkan sebagian tong air di dalam kumbung supaya kelembapannya bisa ditingkatkan.

cara budidaya jamur #4

Perlu diingat, bahwa budidaya jamur sejatinya yaitu di tempat yang lokasi tanahnya ada didataran tinggi, nah didalam perihal ini supaya jamur terus dapat tumbuh dengan normal maka yang perlu sahabat kerjakan yaitu memilih tempat/media yang teduh/tidak terlampau panas. sahabat dapat membangun area kumbung di bawah pohon-pohon, serta yakinkan pintu bangunan kumbung tersebut bukan hanya terdapat pada arah matahari terbit.

cara budidaya jamur #5

factor cahaya matahari yang terlalu berlebih dapat mengakibatkan jamur mati atau tidak dapat tumbuh dengan normal, didalam perihal ini sahabat dapat menyiasatinya lewat cara menanam pohon-pohon di sekitar kumbung, karena maka bangunan kumbung dapat lebih terlindungi dari sengatan cahaya matahari yang terlalu berlebih.

cara budidaya jamur #6

stsobatr ketinggian bangunan kumbung yaitu dengan ketinggian 4 s/d 4. 5 mtr.. perihal ini mutlak untuk untuk mengontrol sirkulasi hawa didalam area kumbung.

cara budidaya jamur #7

rak penyimpanan baglog jamur untuk lokasi didataran tinggi umumnya meraih 5 tingkat, serta untuk lokasi didataran rendah ( panas ) wajarnya tidak melebihi 3 tingkat.

Sabtu, 19 Januari 2013

Tips Menanam Brokoli


Tips Menanam Brokoli (ragam budidaya) - Berikut adalah tips menanam sayuran brokoli.

1. Cultivar. 
Jenisnya bisa royal green, delicate green,. green king, radiant green, green jewel. serta banyak lagi varietasnya 

2. Penyiapan benih. 
Sterilisasi benih denganmerendam benih didalam larutan fungisida dengan dosis yang disarankan atau dengan merendam benih dalamair panas 55 derajat celcius, sepanjang 15 – 30 menit. 
penyeleksian benih denganmerendam biji dengan air, di mana benih yang baik 
dapat tenggelam rendam benih sepanjang lebih kurang 12 jamatau hingga benih tampak pecah supaya benih cepat berkecambah 

3. Persemaian. 
Area persemaian 
Penyemaian di bedengan. : sebelumbedengan di bikin, tempat di olah atau di cangkul sedalam 30 cm lantas di bikin bedengan /guludan dengan lebar 110 -120 cm, memanjang 
penyemaian ada dua cara : disebar di atas bedengan serta gunakan plastic polibag. 
media semai : campuran ayakanpupuk kandang masak serta tanah halus dengan perbandigan 1 ; 2 atau 1 : 1. masukan benih satu – satu ke dalampolibag plastic yang 
telah di isi media tanam sedalam 0, 2 – 1, 0 cm. tutuptipis dengan tanah atau pupuk kandang masak. siram air gunakan gembor penyiraman, serta paling akhir tutup gunakan daun pisang untuk melindungi kelembapan. sesudah tumbuhke cambah buang penutup daun pisang. siram pagi serta sore. tengok situasi tanah. 

4. Persiapan tempat. 
Tempat di bersihkan dari tanaman liar dansisa – sisa akar, di cangkul atau di bajak, lantas di bikin bedengan / guludan selebar 80 – 100cm, tinggi 35 cm dengan jarak antar bedengan / guludan 40 -50 cm 
pengapuran cuma di kerjakan jikaph tanah lebih rendah dari 5, 5 dengan dosis kapur yang cocok nilai ph tanah, namun biasanya berkisar pada 1 -2 ton / ha didalam wujud kalsit atau dolomit. kapur digabungkanmerata pada waktu pembuatan bedengan. / guludan. untuk pemupukan basic campurkan13 -18 ton / ha pupuk kandang, atau gunakan campuran pupuk makro urea 87 kg, + za187 kg + tsp 311 kg + kcl 90 kg/ha (. rekomondasi untuk tanaman brokoli padatanah mineral dengan tingkat kandungan p serta k tengah ). 

5. Penanaman. 
Penanaman dikerjakan pada bibityang telah berusia lebih kurang 1 bulan, atau telah mem mempunyai daun 3 - 4 helai. Jarak tanam yang di gunakan adalah50 kali 50 cm untuk kultivar / varietas bertajuk lebar serta 45  x 65 untuk kultivar / varietas tegak waktu tanam yang baik pada pagihari jam 6 – 9 serta sore hari jam 3 – 4. untuk satu lubang di isi satubibit. perpindahan dengan hati – hatijangan hingga akar atau daunya rusak. 
siram gunakan air sesudah selesai penanaman. 

6. Pemeliharaan. 
Penyulaman. 
Bila ada tanaman yang rusak ataumati, penyulaman bisa di kerjakan sebelum saat tanaman berusia dua minggu.  

Perempelan. 
perempelan cabang dilakukanseawal barangkali agar ukuran serta mutu periode bunga yang terbentuk maksimal. segerasetelah terbentuk periode bunga, daun – daun tua di ikat sedemikian rupa, hingga periode bunga ternaungi matahari. penutupan ini berperan untuk mempertahankan warna bunga agar terus putih 

Pengendalian hama serta penyakit. 
Untuk pengendalian bisa di kerjakandengan lakukan bibit yang bebas penyakit 
  • merendam benih di air panas 50derajat celcius atau di rendam di dalam fungisida/bakterisida sepanjang 15 menit, sanitasi kebun, rotasi tanaman, menanam kultivar /varietas yang tahan penyakit, menghidari tanaman dari rusaknya mekanis ataugigitan serangga, melakukansterilisasi media semai atau tempat kebun, pengapuran pada tanah masam serta mencabut tanaman yangterserang penyakit untuk menghindar serangan hama penyakit penyemprotan pestisida dikerjakan walau lalu belum ada tanda-tanda seranganhama. 
  • kerjakan penyemprotan tiap-tiap 2 minggu sekali 
Penyiangan. 
Dikerjakan berbarengan denganpenggemburan tanah dan pemupukansusulan yang ke1 yakni 7 – 10 harisetelah tanam, 20 hari sesudah tanam, 30 -35 hari sesudah tanam penyiangan serta penggemburan dikerjakan dengan hati – hati janganlah terlampau dalam supaya tidak mengakibatkan kerusakan akar. pada saat akhir perkembangan vegetatif ( memasuki periode pembungaan ) penyiangan di hentikan. 

Pemupukan tambahan. 
pupuk susulan di berikanlah padaumur 1, 3, 5 minggu sesudah tanam, di sekitar tanaman sejauh 10 -15 cm dari batang tanaman, lantas timbun tanah. 
dengan dosis : 
1 minggu sesudah tanam urea / za 44 kg + tsp 93 kg + kcl 45 kg 
3 minggu sesudah tanam urea / za 44 kg + tsp 93 kg + kcl 45 kg 
5 minggu sesudah tanam urea / za 44 kg + tsp 93 kg + kcl 45 kg 
per hektar. atau gunakan pupuk majemuk npk 150 kg – 200kg / ha. pada minggu 
ketiga sesudah tanam, tanamanjuga di semprot dengan pupuk daun yang memiliki kandungan n serta k tinngi 
penyiraman atau pengairan. 
di kerjakan 1 minggu 2 - 4 kali. tengok situasi tanah. pada fase perkembangan awal atau . pembentukan bunga, tanah mesti situasi basah terus jangan sempatkekeringan. 

7. Panen serta pasca panen. 
Pemanenan di kerjakan waktu masabunga meraih ukuran optimal. usia panen pada 55 -100 hari, tergantungvarietas / kultivar tanaman. 
sesudah di panen, hasil disimpandi area teduh untuk di kerjakan sortir. sortir di kerjakan menurut diameterkepala bunga yang di untuk 4 kelas yakni : 
30 cm, 25 – 30 cm, 20 – 25, serta 15 – 20 cm. 
penyimpanan paling baik di area gelap padatemperature 20 derajat celcius, kelembapan 75 -85 persen atau kamar dingindengan temperatur 4, 4 derajat celcius dengan kelembapan 
85 -95 persen.

Tanaman Indonesia


Tanaman Indonesia (ragambudidaya) - Yang termasuk dalam tanaman indonesia diluar tanaman hias disini adalah :

1 )Tanaman pertanian 
tanaman pertanian adalah tanaman hasil pertanian yang meliputi hasil sawah, tegal serta ladang. perumpamaan tanaman pertanian yaitu padi, sayur-sayuran, buah-buahan, gandum serta ubi. 

2 ) Tanaman perkebunan 
Tanaman perkebunan terdiri dari tanaman perkebunan di dataran tinggi serta di dataran rendah. perumpamaan tanaman perkebunan di dataran tinggi yaitu cengkih, teh serta tembakau. namun perumpamaan tanaman perkebunan di dataran rendah yaitu kelapa, karet, tebu, serta kelapa sawit. tiap-tiap tanaman perkebunan tersebut bisa digunakan untuk keperluan manusia. contohnya karet dipakai untuk bikin ban, tebu untuk bikin gula serta kelapa sawit untuk bikin minyak goreng. 

3 ) tanaman hutan 
Tanaman rimba adalah tanaman yang tumbuh di rimba. tanaman rimba umumnya tidak dipelihara manusia. tanaman rimba banyak dimbil kayunya sebagai bahan bangunan serta perabot tempat tinggal tangga. sebagai perumpamaan yaitu kayu jati, kayu kruing, kayu meranti, serta rotan. 

4 ) tanaman air 
Tanaman air yang banyak digunakan diantaranya rumput laut serta alga. rumput laut digunakan untuk bikin agar-agar. namun alga ada yang segera dikonsumsi. ada juga type alga spesifik yang bisa digunakan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik serta industri makanan. 

Tips Beternak Kambing


Tips Beternak Kambing (ragambudidaya) -Ternak kambing yang sudah beradaptasi yaitu kambing kacang serta kambing peranakan etawah. untuk mengawali usaha ternak kambing, pertama kali yang butuh dikerjakan yaitu penentuan lokasi dengan syarat seperti berikut : 
1. ada sumber air. 
2. dekat sumber pakan 
3. jauh dari pemukiman. 
4. bukan hanya lokasi banjir. 

Menentukan bibit induk 
Bibit adalah factor mutlak didalam usaha ternak kambing, yang perlu di perhatikan yaitu. 
1. ukuran badan besar tidak gemuk. 
2. kaki lurus, kokoh serta tumit terlihat tinggi. 
3. tidak cacat. 
4. puting susu duadan simetris. 
5. datang dari lahir kembar. 
6. jumlah gigi yang lengkap. 

Menentukan pejantan 
Pengembangbiakan adalah tujuan utama dari usaha pembibitan ternak kambing. 
mutu penjantan yang baik meliputi : 
- perkembangan cepat. 
- gerakan lincah serta ganas. 
- alat kelamin normal dan tampak ereksi. 
- usia 15 bln. – 5 th.. 
- tentukan pejantan dari kelahiran kembar. 

Perkawinan 
1. ternak betina yang tengah birahi kawinkan 12 -18 jam sesudah tampak tandatanda birahi. dak sudah. 
2. janganlah kawinkan induk serta pejantan tetap ada jalinan darah. 
3. dikawinkan didalam satu kandang hingga birahi selanjutnya.. 

Pemeliharaan induk bunting 
Sesudah dikerjakan perkawinan, jika berlangsung kebuntingan, kambing terlihat tenang serta tidak timbul lagi birahi pada 19 hari selanjutnya. bila berlangsung kebuntingan pisahkan dari pejantan serta berikanlah pakan yang berkwalitas. 

Pakan 
a. Pakan hijauan : ternak kambing dengan umum amat suka daun-daunan terlebih daun kacang-kacangan, dapat juga diberi hijauan rumput. 
b. Pakan penguat : adalah pakan yang memiliki kandungan zat makan spesifik yang relatif tinggi, serta amat cocok diberikan pada ternak yang baru beranak, yang dapat mempercepat perkembangan anak serta kesiapan induk untuk dikawinkan kembali. perumpamaan konsentrat / pakan penguat yaitu 98, 5 persen ampas tahu + 1, 5 persen garam, diberikan 0, 35 kg/ekor/hari. 

Kandang 
Kandang adalah area yang dipakai oleh kambing untuk hidup serta berkembang biak. ada sebagian jenis tipe 
kandang. 
1. kandang koloni : ternak kambing ditempatan didalam satu kandang, kandang layaknya ini dapat menyebabkan perkawinan yang tidak direncanakan, berlangsung perkelahian yang bisa menyebabkan cedera serta persaingan makanan. 
2. kandang grup : ternak kambing dikelompokan menurut umur/ukuran tubuh. berlangsung pemisahhan pada anak, dara serta dewasa. kandang layaknya ini amat pas untuk usaha pembibitan kambing. 
3. kandang individu : kandang individu adalah kandang pembelahan / penempatan ternak satu ekor stiap satu kandang. kandang ini amat pas untuk usaha penggemukan. 

Pencegahan serta pengendalian penyakit 
Pencegahan penyakit jauh tambah baik dari menyembuhkan, sebagian penyakit yang kerap menyerang kambing yaitu : 
1. cacingan. 
pencegahan : melindungi kelembaban kandang disarankan kandang panggung. 
penyembuhan : wormet powder. 
2. diare. 
pencegahan : berikanlah pakan yang tidak basah, janganlah berikanlah legum 100%. 
penyembuhan : berikanlah antibiotik serta vit.. 
3. kurap/kudis. 
pencegahan : jauhi kontak segera dengan yang sakit 
penyembuhan : ivomex cocok dosis serta pisahkan dari yang sehat. 
4. bloat ( kembung ) 
pencegahan : jauhi pemberian pakan fresh. baiknya pakan dilayukan dahulu sebelum saat diberikan. 
penyembuhan : diminumkan dengan paksa 20 ml minyak goreng. umumnya satu jam lantas kambing dapat kembali normal.


Analisa usaha 
Usaha ternak kambing dapat amat beruntung bila mencermati perihal seperti berikut : 
1. jumlah ternak kambing yang dapat dipelihara. 
2. mengkalkulasi seluruh cost yang dapat dikeluarkan. 
3. pertimbangan pemasaran produksi. 
4. bobot badan ternak kambing yang dijual sekurang-kurangnya 25 kg. atau bikin tujuan penjualan. 


Tips Menanam Pohon Sirsak



Tips Menanam Pohon Sirsak (ragambudidaya) -Buah sirsak kerap juga diberi nama orang nangka belanda, nangka sabrang serta buah mandalika. barangkali dikarenakan sirsak rnemang bukan hanya buah asli indonesia. tanaman sirsak datang dari hindia barat. Buah sirsak yang sudah masak dimakan didalam situasi fresh sesudah dikupas terlebih dulu. tak hanya dari itu juga banyak dipakai untuk bikin sari buah, dodol serta untuk campuran es sirup. wujud buah sirsak tidak teratur. ada yang bulat, ada juga yang lonjong apalagi ada yang, bengkok memiliki bentuk. 

Dengan kata lain, wujud buah sirsak dari berupa ginjal hingga berupa layaknya telur saja. kulit buahnya dilengkapi oleh duri-duri lunak yang hijau warnanya. pada saat tetap muda buahnya berwarna hijau, sesudah masak warnanya jadi hij au kehitam-hitaman. dagrng buahnya berwarna putih serta memiliki kandungan banyak serat. biji sirsak berwarna hitam. memiliki bentuk agak lonjong serta pipih. didalam tiap-tiap buah ada biji yang cukup banyak. 

Pohon sirsak memiliki percabangan batang yang rendah. tinggi pohonnya pada 3 hingga 8 mtr.. daunnya memanjang dengan wujud lanset atau bulat telur terbalik. bunganya berdiri dengan sendiri berhadapan dengan daun. wujud bunga layaknya kerucut. warnanya kuning muda. basic bunga cekung, benang sarinya cukup banyak, demikian juga akan buahnya. menanam tanaman sirsak mempergunakan bijinya. bisa juga lewat cara tempelan atau okulasi. musim berbuah yaitu pada bln. januari serta februari tiap-tiap tahunnya. 1bulan sebelum saat penanaman lubangnya telah mesti disiapkan. persiapan dikerjakan dengan jarak 6 mtr.. 

Cara menanam buah sirsak sama juga lewat cara menanam tanaman buah-buahan yang lain. demikianlah juga pemeliharaan setelah itu, budidaya pohon sirsak baru bisa dipetik buahnya sesudah berusia 3 th. lebih. 

Sirsak memerlukan periode perkembangan untuk membentuk dedaunan tajuk pohon sepanjang kurang lebih 2 th.. periode peralihan dari periode perkembangan ke periode berbuah membutuhkan periode waktu kurang lebih 1 th.. 

Buah yang terbentuk sebelum saat pohon berusia 3 th., umumnya rontok, terlebih bila alami kekurangan air pada saat musim kemarau. kemungkinan buahnya rontok ini bisa dicegah. caranya airi tanah di lebih kurang, pohon sirsak hingga cukup lembab. 

Namun rontoknya bunga serta buah bisa juga dikarenakan oleh perihal yang lain. misalnya perimbangan pada penggunaan zat pati untuk perkembangan, daun-daunnya serta penimbunan zat pati didalam akan buah pada saat peralihan itu belum seimbang. 

Buah yang telah terbentuk, kerap tidak lantas, tumbuh lanjut dikarenakan tidak terima penyaluran bahan makanan yang dapat ditimbunnya dengan lumrah, buah yang tidak bisa tumbuh dengan lumrah itu, rontok dengan sendirinya. untuk menangani perihal yang demikianlah itu, pohon 

Sirsak itu mesti diberi pupuk sebagai penambah bahan makanan pada saat peralihan itu. hingga bisa juga. dengan segera memasuki periode berbunga serta berbuah. tambah baik lagr bila pemupukan itu dikerjakan sebelum saat ada bunga atau buah yang rontok. pemberian pupuk dikerjakan dengan teratur sekali 1 tahun. digunakan pupuk kandang secukupnya. 


Tips Penyadapan Pohon Karet


Tips Penyadapan Pohon Karet (ragambudidaya) -Karet adalah komoditas unggulan negara indonesia. luas perkebunan karet rakyat yang luas. komoditas ini adalah sumber mata pencaharian pokok serta lapangan pekerjaan untuk beberapa penduduk. 

Produktivitas karet rakyat di indonesia tetap rendah, rendahnya produktivitas karet rakyat salah satunya dikarenakan oleh teknik penyadapan yang kurang benar. 
penyadapan yaitu satu tindakan buka pembuluh lateks supaya lateks yang ada didalam tanaman karet keluar. kekeliruan saat melakukan penyadapan dapat mengakibatkat kerugian yang besar akan mengakibat munculnya penyakit kering alur sadap serta keruguan yang lain. 

Tehnik penyadapan karet 
1. Memastikan masak sadap 
  • Masak sadap pohon, penyadapan bisa dikerjakan lebih kurang usia 4. 5- 6 th. atau lilit batang telah meraih 45 cm diukur 100 cm diatas pertauatan okulasi ( dpo ). 
  • Masak sadap kebun, Jika jumlah tanaman masak sadap telah meraih 60%. contohkan 1 ha kebun karet diisi 555 batang ( jarak tanam 6 kali 3 m ), maka masak sadap kebun apabila pohon masak sadap telah meraih 333 batang. 

2. Persiapan buka sadap 
Alat – alat yang dibutuhkan untuk lakukan persiapan buka sadap yaitu seperti berikut : 
  • meteran kain serta meteran kayu 
  • mal sadap 
  • kayu panjang 130 cm dengan plat seng lebar 6 cm, panjang 50 – 60 cm dipakukan pada ujung kayu dengan sudut 120 
  • pisau mal besi berujung runcing serta bertangkai untuk menoreh kulit waktu mengambar bidang sadap. 
  • talang sadap yakni seng lebar 2. 5 cm ; panjang 8 cm bermanfaat untuk mengalirkan lateks ke mangkok sadap 
  • tali cincin untuk mencantolkan cincin mangkok kebatang karet. 
  • cincin mangkok, terbuat dari kawat yang dipakai untuk meletakan mangkok sadap 
  • mangkok sadap untuk menyimpan lateks 
  • pisau sadap dapat pisau sadap tarik serta atau pisau sadap dorong 

3. Penggambaran bidang sadap 
Penggambaran bidang sadap dikerjakan pada pohon yang telah masak sadap yang ditetapkan menurut ; 
  • tinggi bukan hanya sadap, 
  • arah serta sudut kemiringgan irisan sadap, 
  • panjang irisan sadap, dan 
  • letak bidang sadap. 

Penggambaran bidang sadap tanaman okulasi berbeda dengan tanaman yang datang dari biji. penggambaran bidang sadap pada tanaman okulasi setinggi 130 cm dpo serta tanaman seeding setinggi 100 cm. arah penyadapan dari arah kiri atas kekanan bawah supaya pembuluh lateks posisinya dari kanan atas ke kiri bawah membentuk sudut 3. 70 dengan bidang datar. 

Sudut kemiringan bidang sadap bawah sudutnya 30 – 400 pada bidang datar serta bidang sadap atas : sudutnya 450. kemiringan irisan sadap punya pengaruh pada jumlah pembuluh lateks yang terpotong serta aliran lateks kearah mangkok sadap. panjang irisan 
sadap ( pis ) di pengaruhi oleh : 

Produksi serta pertumbuhan 
  • mengonsumsi kulit 
  • keseimbangan produksi periode panjang 
  • kesehatan tanaman. saran pis :1/2 s ( irisan miring selama ½ spiral lingkar batang ). 
  • letak bidang sadap 

Arah timur barat ( pada jarak antar tanaman yang sempit ) untuk mempercepat penyadapan serta gampang dikontrol.


4. Pemasangan talang sadap serta mangkok sadap 
Talang sadap dipasang di bawah ujung irisan sadap sisi bawah dengan tujuan supaya tidak menggangu penyadapan, lateks bisa mengalir dengan baik serta sedikit meninggalkan bekuan. setelah itu mangkok sadap ditempatkan di atas cincin mangkok serta diikat dengan tali ke batang. 

5. Proses penyadapan 
Kedalaman irisan sadap disarankan 1 – 1. 5 mm dari kambium dengan ketebalan sadap lebih kurang 1, 5 – 2, 0 mm. penentuan frekuensi penyadapan berkaiatan dengan panjang irisan serta intensitas penyadapan di mana panjang irisan : ½ s serta frekuensi penyadapan 2 th. pertama 3 hari sekali, th. setelah itu 2 hari sekali. panjang irisan serta frekuensi penyadapan bebas. waktu penyadapan baiknya dikerjakan jam 5. 00 – 7. 30 pagi. 

Tips Budidaya Lele di Pekarangan Rumah


Tips Budidaya Lele di Pekarangan Rumah (ragambudidaya) -Pekarangan tempat tinggal luas serta anda senang budidaya ikan ? sebaiknya anda melirik budidaya lele ini. budidaya lele ini nyatanya tidak terus-terusan ‘jorok’ dikarenakan telah dapat dikembangkan sistem budidaya yang lebih murah, bersih serta menjanjikan dengan suplemen organik hingga dapat optimal akhirnya. 

Usaha budidaya ikan lele ini lalu tampaknya dapat senantiasa beruntung. perihal ini dikarenakan makin meningkatnya kesadaran penduduk dapat ikan sebagai sumber protein yang tinggi dengan harga yang terjangkau. ikan jadi alternatif mengingat harga daging yang semakin hari semakin mahal. 

Ikan lele sendiri mempunyai nilai gizi yang mumpuni disamping dagingnya yang gurih. lele memiliki kandungan protein yang tinggi serta zat penguat tulang ( kalsium ) yang baik untuk makanan anak balita. disamping itu lele juga memiliki kandungan mineral lain yang mutlak juga untuk kesehatan tubuh. 

Dengan fakta-fakta itu, maka selanjutnya ikan lele bisa jadikan kesempatan usaha yang menarik. mengingat sepanjang ini budidaya ikan lele senantiasa terkesan ‘jorok’, saat ini budidaya ikan air tawar tersebut telah berkembang jadi lebih murah, bersih, serta menjanjikan. 

“sekarang untuk budidaya ikan lele, kita telah ada suplemen organik yang bisa menolong budidaya lele lebih optimal. dikarenakan suplemen organik ini mempunyai manfaat sebagai penjaga mutu air, menignkatkan percepatan pembesaran bibit lele bila digabung dengan pakannya, serta kurangi tingkat mortalitas dari bibit lele, ” jelas deden a. s, sebagai salah seorang pembudidaya lele yang didapati detikfinance, minggu ( 21/11/2010 ). 

Deden, yang mengawali budidaya lele ini sejak th. 2006, dimulai cuma iseng-iseng di pekarangan rumahnya membuat kolam dari terpal sebesar 3x3x1 mtr. yang diisi air setinggi 7o cm. dengan pola budidaya intensif, kolam tersebut bisa menyimpan jumlah tanam bibit ikan lele sejumlah lebih kurang 1800-2000 yang tiap-tiap bibit tersebut berukuran 10-12 cm. 

“Setelah bikin kolam serta menyimpan bibit lele tadi, lantas berikan pakan serta suplemen organik dengan waktu teratur, sepanjang 45 hari saya dapat memanen lele tersebut dengan jumlah berat sebesar 200 kg – 250 kg untuk jumlah maksimalnya, ” tutur deden. 

Untuk anda yang tertarik coba membudidayakan ikan lele ini, deden berikan anggapan perhitungan yang sederhana. diawali membuat kolam dari terpal dengan ukuran 3x3x1 mtr. yang pastinya membutuhkan cost yang tidak demikian mahal daripada bikin kolam dari semen atau kolam gali. 

“masalah perhitungan harga pembuatan kolam dari terpal, pasti seluruh orang dapat tahu berapakah cost yang diperlukan. dikarenakan terpal sendiri permeternya murah, ” jelas deden. 

Lantas, deden berikan anggapan cost pembelian bibit lele dengan harga rp 300 per ekor. bila untuk kolam 3x3x1 mtr. bisa menyimpan bibit lebih kurang 2000 ekor, maka kita cuma butuh mengeluarkan kocek sebesar rp 600. 000 ( rp 300 kali 2000 ekor ). 

Mengingat lama pembesaran memerlukan waktu sepanjang 45 hari, maka keperluan pakan yang diperlukan yaitu sebanyak 90 kg ( 2 kg /hari ). kedepannya, cost yang diperlukan yaitu sebesar rp 660. 000, dengan harga pakannya perkarung yaitu rp 220. 000 seberat 30 kg. 

Adapun, pembelian keperluan suplemen organik yaitu rp 180. 000 untuk 4 botol sepanjang 45 hari pembesaran bibit. empat botol tersebut dapat digunakan untuk pemaksimalan mutu air serta bibit lele. 

Selanjutnya, keseluruhan cost yang diperlukan yaitu lebih kurang rp 1440000. 

Tersebut disini ringkasan dari modal yang diperlukan perkolamnya yaitu : 
harga bibit lele : Rp 300 x 2000 ekor = Rp 600. 000,
harga pakan : rp 220. 000 x 3 karung = Rp 660. 000, 
harga suplemen organik : rp 45000 x 4 botol = Rp 180. 000
total cost produksi : rp 1. 440. 000 

Melewati anggapan modal tersebut dari deden, maka keuntungan yang dapat didapat dari satu buah kolam dengan tujuan panen 2. 000 bibit yaitu 200 kg – 250 kg. 

Deden menjelaskan, bahwa harga eceran yang dapat diraih yaitu senilai rp 15. 000 perkilonya. namun untuk harga yang dijual ke pasar, bisa diraih sebesar rp 12000 perkilonya. 

Hingga, lanjut deden, bila di ambil dari anggapan harga terendahnya, maka keuntungan yang dapat di ambil yaitu rp 960. 000 untuk satu kolam. jumlah tersebut di ambil dari penjualan lele sejumlah 200 kg kali rp 12. 000 yang berjumlah rp 2400. 000 dikurangi cost produksi yang berjumlah rp 1. 440. 000. 

“jika panen yang kita hasilkan optimal, kita bisa meraih berat sebanyak 250 kg. keuntungan yang dapat di ambil dari selisih keseluruhan penjualan serta cost produksi yaitu sebesar rp 1. 560. 000 perkolamnya, ” tegas deden. 

Dari penjualan lele tadi saja, jelas deden, itu telah adalah kesempatan usaha yang menarik di samping kegiatan aktivitas sehari-hari. dikarenakan cost yang diperlukan tidak memerlukan nilai investasi yang tinggi. 

“dari segi waktu tidak demikian lama, jadi simple serta sederhana. yang mutlak disiplin saja didalam jadwal pemberian pakan serta suplemen organiknya. ” kata deden. 

Bicara tentang kesempatan yang lebih luas lagi. hasil dari lele tersebut, bisa jadikan beragam jenis kesempatan usaha yang lain yang lebih menarik pastinya. 

Tak hanya yang telah kita kenali, lele bisa jadikan menu makanan pecel lele. tetapi di segi lain, hasil dari olahan daging ikan lele bisa jadikan beragam jenis hasil. contohnya, daging lele bisa jadikan nugget lele, abon lele, lele asap, bakso lele, serta apalagi bisa jadikan filet lele. mengingat keperluan filet lele untuk ekspor amat tinggi. 

“atau barangkali kita bisa mengembangkan dari hasil ikan lele tersebut jadi olahan-olahan penganan menurut inspirasi serta kreativitas kita yang mempunyai nilai jual tinggi, ” ucap deden. 

Untuk info selanjutnya tentang budidaya intensif ikan lele, anda bisa menghubungi departemen perikanan, atau beberapa pelaku usaha ikan lele layaknya deden a. s ini.