Senin, 18 Februari 2013

Mengenal buah matoa

Habitat matoa memanglah menyebar di sumatra, jawa, sulawesi, pulau sumbawa ( ntb ), maluku, serta papua. di sumatra matoa kerap dimaksud kasai, pakam, serta kungkil. sunda : leungsir, jawa : kayu, sapi, kalimantan : kasai gunung, pakam, kungkil, sulawesi : landing, kase, nautu, latut. nama matoa sendiri datang dari maluku. sebutan yang lain hatobu, ngaeke, ngaahe, kai. di papua : ihi, miti, habele, serta tawa.

Didalam perdagangan internasional matoa sering dikenal sebagai fijian longan. pohonnya memanglah banyak ditemukan di negara yang terdapat di samudra pasifik itu. masyarakat setempat menyebutnya dawa.

Pohon matoa bisa mencapai ketinggian 50 m. daun berukuran besar, bundar hingga bundar memanjang. tulang daun tegas menonjol kebawah, serta pinggir bergerigi. tangkainya meraih 1 m. bunga majemuk nampak dari ujung tangkai daun.

Buah bulat lonjong seukuran telur puyuh. kulit licin, berwarna hijau waktu muda, cokelat kehitaman demikian masak. kulit buah tidak tebal serta kering membuat perlindungan daging yang bening, kenyal, manis, serta berair. didalamnya ada biji kecil berwarna cokelat kehitaman serta mengkilap.
Hasil observasi sudarmono, peneliti kebun raya bogor, matoa asal indonesia timur yakni sulawesi, maluku, serta papua, lebih manis serta berdaging lebih tidak tipis. terasa gabungan rambutan, lengkeng, serta durian. tak hanya dimakan fresh, buah dibikin manisan, sirup, atau jeli. beberapa pendatang di papua amat suka bagian keluarga sapindaceae itu sebagai buah meja. uniknya matoa justru kurang popular dikalangan masyarakat asli cendrawasih itu. di sumtera selatan masyarakat nikmati panggangan biji yang berlemak.

Sebagian faedah dari pohon matoa, salah satunya :
Kulit kayu digunakan penduduk priangan untuk menyembuhkan luka. masyarakat papua menggunakan daun yang besar sebagai mulsa pada penanaman gembili atau gadung. di malaysia rebusan daun serta kulit kayu digunakan mandi untuk menangani demam. kayunya cukup kuat untuk tiang bangunan, lantai, kusen, serta perahu.
Penduduk fiji menggunakan ekstrak daun matoa untuk menghitamkan rambut. rendam daun di air panas baik untuk menyembuhkan disentri. namun influenza serta nyeri tulang sendi diobati dengan cairan yang diperas dari kulit kayu sisi didalam. konon kayu itu juga berbentuk kontraseptif.

-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar