Minggu, 17 Februari 2013

Tips budidaya buah pala

Tips budidaya buah pala (ragambudidaya) -Budidaya pala serta budidaya tanaman pala banyak dikembangkan beberapa petani di indodnesia baik perorangan ataupun yang dikelola oleh perusahaan, dikarenakan tingginya keinginan pala untuk keperluan didalam negeri ataupun di luar negeri, maka tanaman ini cukup menarik ketertarikan beberapa pelaku bisnis terutama didunia agrobisnis.

Budidaya pala serta budidaya tanaman pala di indonesia cukup cepat perubahannya, dikarenakan tak hanya keperluan pala untuk bumbu masak saat ini banyak yang menghasilkan pala untuk dikembangkan sebagai bahan obat-obatan layaknya minyak aeteris, minyak asiri dan lain-lain yang seluruhnya terbuat dari biji pala, serta minyak ini bisa diproduksi didalam beragam product yang lain.
Untuk tahu bagaimana beberapa langkah budidaya pala, di bawah ini penjelasannya :

1. Situasi iklim

Tanaman pala membutuhkan iklim tropis yang panas dengan curah hujan yang tinggi tanpa ada periode( periode ) kering yang nyata. di tempat yang tropis layaknya indonesia, tanaman pala bisa beradaptasi luas pada lingkungan tumbuh. contohnya, di pulau banda tanaman pala tumbuh pada ketinggian 500 m dari permukaan laut( dpl ). tetapi, tanaman pala di tempat yang ketinggian tempatnya diatas 700 m dpl., dinilai tidak produktif.

Dengan umun tanaman pala tumbuh serta berproduksi dengan baik pada tempat dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl., dengan suhu hawa optimum berkisar pada 20°c-30°c, kelembaban pada 50%-80%, curah hujan pada 2. 000 mm-3. 500 mm/tahun, serta tempatnya terbuka ( memperoleh cukup cahaya matahari ). Jumlah curah hujan yang baik untuk perkembangan serta produksi tanaman pala belum diketahui dengan tentu, namun dari pengalaman tunjukkan bahwa curah hujan 2. 175 mm-3. 550 mm/tahun adalah curah hujan yang baik untuk perkembangan tanaman pala. semakin tinggi curah hujan semakin tinggi juga produksi yang dihasilkan

2. Situasi tanah
Pada prinsipnya tanaman pala bisa tumbuh pada beragam type tanah. tetapi, untuk beroleh perkembangan serta produksi yang optimum, tanaman pala menginginkan tanah yang ringan( gembur ), berstektur pasir hingga lempung, terlebih tanah vulkanis atau tanah di lebih kurang gunung berapi dengan situasi aerasi serta drainase yang baik, subur, serta memiliki ph 5, 5-7, 0. tanaman pala pas ditanam pada tanah andosol, latosol, serta alluvial yang kaya bahan organic.

Pada tanah miskin hara, tanaman pala tetap bisa tumbuh jika dibarengi pemupukan serta perawatan yang baik. untuk beri dukungan perkembangan tanaman pala dengan baik, butuh dipilih tanah yang terhindar dari erosi, tanah mudah ditangani atau tidak terlampau keras, pengaturan tata air, serta hawa didalam tanah yang baik, dan unsure hara cukup ada.
Tanaman pala sensitif pada genangan air ( becek ), dikarenakan genangan air bisa mengakibatkan perkembangan tanaman terhalang serta mudah diserang penyakit busuk akar. oleh dikarenakan itu, tanaman pala dapat pas diusahakan pada areal yang tofografinya tidak datar ( bergelombang ) serta drainasenya baik.

Tanaman pala yang telah berusia 4-5 th. membutuhkan cahaya matahari yang banyak agar bisa berproduksi. penjarangan pohon pelindung mesti di perhatikan untuk menghindar tanaman pala tumbuh tidak normal( memanjang ke atas ), serta untuk menghindar persaingan didalam pengambilan unsure hara pada pala dengan pohon pelindung.
Tehnik budi daya tanaman pala
aktivitas pokok didalam teknik budidaya tanaman pala meliputi aktivitas-aktivitas seperti berikut.

1. Penyiapan lahan
Pekerjaan penyiapan tempat untuk menanam tanaman pala baiknya dikerjakan pada musim kemarau atau minimal 1bulan sebelum saat tanam. tahap-tahap penyiapan tempat meliputi di bawah ini.
Pembukaan lahan
Pekerjaan buka tempat dimulai dengan pembabatan semak belukar serta penebangan pohon-pohon, lantas seluruh pohon-pohon tersebut dihimpun di satu area supaya mudah di faedahkan untuk keperluan kayu bakar.

Pengolahan tanah
Tempat yang telah bersih dari pohon-pohon bisa segera dicangkul sedalam 30 cm sampai gembur sembari tanahnya dibalikkan. pengolahan tanah mempunyai tujuan menggemburkan tanah, singkirkan akar serta sisa-sisa tanaman, dan menciptakan areal yang aerasi serta drainasenya baik. pengolahan tanah pada tempat yang miring mesti dikerjakan menurut arah melintang lereng( contour ) supaya terbentuk alur yang bisar menghalangi aliran permukaan serta hindari berlangsungnya erosi.
Pembuatan lubang tanam
Tata langkah bikin lubang tanam meliputi beberapa langkah kerja seperti berikut.
  1. Tentukan area lubang tanam yang pertama sejauh 1/2 jarak tanam dari tepi atau batas kebun, yakni jarak 4, 5 m-5, 0 m jika dipakai jarak tanam 9 m kali 9 m atau 10 m kali 9 m.
  2. Gunakan ajir dari bilah bamboo sebagai ciri area lubang tanam dengan jarak antarajir 3 m kali 3 m.
  3. Bikin lubang berupa sisi empat ukuran 60 cm kali 60 cm atau 1 m kali 1 m, bergantung kesuburan tanah.
  4. Galilah tanah didalam lubang tersebut sedalam 30 cm, lantas tanah galiannya di angkat ke sisi kiri lubang yang terkena cahaya matahari pagi.
  5. Perdalam lubang tadi jadi 60 cm, sampai ukurannya jadi 60 cm kali 60 cm atau 1 m kali 1 m kali 0, 6 m. tanah galiannya diangkat ke sisi kanan lubang atau area yang terkena cahaya matahari siang atau sore.
  6. Keringkan lubang tanam minimal 15 hari supaya gas-gas beracun didalam tanah menguap.
  7. Masukkan kembali susunan tanah yang datang dari basic lubang ke area awal mulanya.
  8. Susunan tanah atas digabung dengan pupuk kandang sejumlah 20 kg-40 kg, lantas masukkan ke didalam lubang tanam.

2. Penyiapan bibit
Bibit tanaman pala yang siap ditanam yaitu bibit yang sudah berusia kian lebih 1 tahun serta tidak kian lebih dua th.. bila usia bibit melebihi dari ketetapan tersebut dikarenakan terlampau lama di area pembibitan, maka pertumbuhannya dapat terhalang serta akarnya berlipat ganda.
Dasar menentukan jumlah bibit per satuan luas tempat dipakai pendekatan rumus seperti berikut.
Jumlah bibit yang diperlukan = luas lahan( m² ) : jarak tanam kali 1 batang bibit 
Tempat seluas 1 hektar dengan jarak tanam 9 m kali 9 m serta tempat yang efisien ditanami 90%, diperlukan bibit tanaman pala sejumlah lebih kurang 111 batang bibit tanaman pala. 1 bulan sebelum saat tanam baiknya bibit diadaptasikan dulu di lokasi dekat kebun.

3. Penanaman
Waktu tanam yang sangat baik yaitu pada musim hujan untuk menanggung tersedianya sumber air yang amat diperlukan pada fase awal perkembangan bibit tanaman pala. bibit dipindahkan dari pesemaian dengan system putaran. bibit putaran dibungkus dengan gedebok pisang atau pembungkus yang lain yang bisa merembeskan air. tetapi, bibit didalam polibag bisa segera ditanam pada lubang tanam yang tewrsedia.

Pengaturan jarak tanam amat mutlak dikarenakan tanpa mengatur jarak tanam yang pas, maka tanaman tidak bisa berproduksi dengan optimal. jarak tanam pada tanah datar yaitu 9 m kali 10 m, namun pada tanah bergelombang( bukit ) 9 m kali 9 m.

Tata langkah menanam bibit tanaman meliputi beberapa langkah kerja seperti berikut.
  1. Siapkan alat serta bahan yang terdiri atas bibit tanaman pala didalam polibag, cangkul, gembor ( embrat ), serta fasilitas penunjang yang lain.
  2. Galilah tanah seukuran daun cangkul pada lubang tanam yang sudah disediakan jauh pada mulanya.
  3. Siramlah medium tanam pada polibag yang diisi bibit tanaman pala dengan air bersih sampai cukup basah atau lembap.
  4. Keluarkan bibit berbarengan medium tanamnya dari polibag dengan hati-hati supaya tidak mengakibatkan kerusakan akar.
  5. Bibit tersebut segera ditanam pas di dalam-tengah lubang tanam dengan posisi tegak.
  6. Tanah di lebih kurang pangkal batang bibit tanaman pala dopadatkan pelan-pelan supaya akar tanaman segera kontak dengan air tanah.
  7. Tanah di sekitar bibit tanaman pala disiram sampai cukup basah atau lembap.
  8. Pasanglah kayu atau bilah bamboo penyangga di segi kiri serta kanan batang tanaman tersebut.
  9. Seusai menanam dikerjakan penyiraman sampai tanah di lebih kurang pangkal batang serta akar cukup basah
4. Pemeliharaan tanaman
Aktivitas pokok pemeliharaan tanaman pala meliputi aktivitas-aktivitas sbagai tersebut.

Penyulaman
Pada periode sejak bibit pala ditanam hingga berusia 1 bln. butuh di perhatikan pengamatan tanaman dengan cermat bibit tanaman yang mati atau tumbuhnya abnormal segera disulam atau diganti dengan bibit yang baru.

Langkah menyulam yaitu semula bibit tanaman yang lama dibongkar, lantas bibit yang baru dikeluarkan dari polibag berbarengan akar serta mediumnya. bibit tersebut ditanam di dalam-tengah lubang tanam dengan tegak serta tanah di lebih kurang pangkal batang di padatkan pelan-pelan. sesudah selesai menyulam segera disiram air sekedarnya.

Pengairan
Tanaman pala memerlukan cukup air, dikarenakan jika kekurangan air pada fase vegetative dapat menghalangi perkembangan tunas serta akar. namun kekurangan air pada fase generative menyebabkan kerontokan bunga atau buah, hingga turunkan produksi serta mutu buah, hingga turunkan produksi serta mutu buah.
Persediaan air serta pengairan mesti cukup, terlebih sepanjang musim kering ( kemarau ). sumber air bisa datang dari sungai, kolam, waduk, dan sumur pantek. pada tanaman pala yang baru ditanam, pengairan bisa dikerjakan 1-2 kali 1 hari, terlebih bila tidak hujan. pada tanaman pala yang dewasa, pengairan bisa sesuai dengan situasi tanah.

Langkah mengairi bisa dikerjakan dengan system jaringan pipa pvc atau pipa ledeng yang ditanam didalam tanah serta peralatan pompamuntuk mengatur distribusi air. pemberian air dapat dikontrol cuma pada waktu diperlukan serta didalam jumlah spesifik. pengairan bisa juga dengan system percikan ( springkler ) atau tetesan yang digerakakkan mesin supaya air yang disalurkan dapatmmemancar rata membasahi bidang tempat yang di idamkan.
Penyiangan serta penggemburan tanah
1 bulan sesudah tanam umumnya tempat kebun tanaman pala ditumbuhi dengan rumput-rumput liar ( gulma ). gulma tersebut butuh disiangi dikarenakan gulma dapat jadi pesaing untuk tanaman pala didalam perihal keperluan unsure hara, air, serta cahaya matahari, apalagi gulma terkadang jadi sarang hama atau penyakit. penyiangan setelah itu dikerjakan dengan teratur, yakni tiap-tiap 3 bln. atau pada waktu rumput sudah tumbuh kembali.
Penyiangan dikerjakan membersihkan gulma yang ada dibawah tajuk tanaman, lebih kurang 30 cm-50 cm dari pangkal batang. sembari menyiangi dikerjakan penggemburan tanah dengan hati-hati, lantas tanahnya ditimbunkan dekat pangkal batang atau perakaran yang nampak ke permukaan tanah.

Pohon pelindung
Tanaman muda biasanya tidaktahan pada panas matahari. oleh dikarenakan itu untuk hindari rusaknya tanaman butuh disediakan pohon pelindung yang cukup. sesudah tanaman berusia 4 th., pohon pelindung bisa diperjarang.
Pemupukan
Untuk menanggung tanaman pala tumbuh dengan baik serta terus-terusan berproduksi tinggi, pemupukan butuh dikerjakan. pupuk yang didapatkan bisa berbentuk pupuk organic ( pupuk kandang, kompos ) serta pupuk buatan ( urea, tsp, serta kcl ). pupuk organic amat baik untuk melindungi keremehan tanah dan kesuburannya. syarat mutlak pupuk organic yaitu unsure n mesti ada didalam persenyawaan organic supaya mudah diserap tanaman serta pupuk tidak meninggalkan sisa asam organic didalam tanah.

Pupuk anorganik yang sangat diperlukan yaitu nitrogen ( n ), fosfor ( p ) serta kalium ( k ), dan unsure-unsur hara makro atau mikro layaknya zn, cu, mn, dan sebagainya.
Dosis pupuk yang didapatkan terdiri atas 1 kg urea + 1, 1 kg tsp + 1, 2 kg kcl per pohon. pupuk diberikan 2 kali didalam 1 tahun, yakni pada awal musim hujan serta pada akhir musim hujan dengan sesuaikan kandungan unsure dari pupuk yang dipakai. pupuk kandang bisa diberikan asal sudah masak hingga kontaminasi pada tanaman dengan zat yang beresiko bisa dihindari.

Sumber pupuk organic serta kandungan mineralnya tiap-tiap type pupuk tersebut. sebelum saat dipupuk, sekeliling tanaman dibersihkan dahulu lantas dibikin parit memutari tanaman selebar kanopi sedalam 2-10 cm. pupuk ditaburkan didalamnya serta lantas ditutup kembali.
Penanaman tanaman sela

Pada fase vegetative, yakni sejak bibit pala ditanam hingga tanaman mulai studi berbuah, maka diantara tanaman-tanaman pala tersebut tetap longgar. tempat tersebut di olah dengan baik serta dibikin bedengan-bedengan untuk ditanami tanaman sela, contohnya menanam kacang-kacangan atau sayuran.
Sesudah tanaman pala mulai studi berbuah, tanamana sela bisa diganti dengan tanaman penutup tanah atau rumput. penutup tanah bermanfaat untuk melindungi kelembaban tanah, melakukan perbaikan susunan tanah, menghimpit perkembangan gulma, serta menghindar erosi tempat di lebih kurang tanaman.

Hama serta penyakit tanaman pala 
a. Hama
hama mutlak yang kerap menyerang tanaman pala diantaranya yaitu swbagai tersebut.

1. Penggerek batang ( batocera spp. )
Serangan hama penggerek batang menyebabkan tanda-tanda ada gerekan pada batang dengan diameter ½-2 cm, serta didalam lubang gerekan tadi ada serbuk kayu. akibat serangan hama ini kurun waktu yang lama bisa mematikan tanaman.
Pengendalian hama penggerek batang bisa dikerjakan dengan langkah menutup lubang gerekan dengan kayu, menginjeksi racun hingga sistemik ke didalam batang, bikin lekukan pada lubang gerekan serta membunuh hamanya.

2. Rayap
Serangan rayap banyak didapati pada kebun-kebun yang kurang bersih dari semak serta tunggul-tunggul pohon. rayap umumnya menyerang sisi bawah tanaman, diawali dari akar serta pangkal batang sampai sisi didalam batang, hingga seluruh sisi batang diserang.
Sinyal spesial serangan rayap yaitu berlangsungnya bercak hitam pada permukaan batang. jika bercah hitam dikupas, maka terlihat sarang dan saluran yang dibikin oleh rayap didalamnya. selanjutnya batang tanaman yang diserang berat dapat mati.

Pengendalian rayap bisa dikerjakan dengan langkah menyemprot larutan insektisida 2 x didalam 1 tahun. penyemprotan ditujukan pada tanah serta lebih kurang batang untuk menghindar naiknya rayap ke sisi batang sebelah atas.

3. Kumbang ( areoceum foriculatus )
Hama ini menyerang biji pala yang sudah jatuh. imago menggerek biji, lantas letakkan telur didalamnya. didalam biji tersebut, telur dapat berkembang jadi lundi yang bisa menggerek biji pala dengan total.
Pengendalian hama kumbang bisa dikerjakan dengan langkah memetik buah pala yang diserang, lantas buah atau biji pala tersebut segera dikeringkan.

b. Penyakit
penyakit utama yang kerap merugikan tanaman pal salah satunya yaitu seperti berikut.

1. busuk buah kering
Pemicu penyakit busuk buah kering yaitu cendawan ( jamur ) siigmina myristicae ( stein ) mand. sum et rifai. tanda-tanda serangan yang bisa dilihat dengan visual yaitu pada buah yang terinfeksi semula ada bercak-bercak kecil bulat bergaris sedang lebih kurang 0, 3 cm, berwarna cokelat atau mengendap ( cekung ).
Bercak tersebut selalu meluas meraih lebih kurang 2, 5 cm. pada permukaan bercak, jamur dapat membentuk massa berwarna hitam kehijauan. selanjutnya bercak dapat mongering serta jadi keras, hingga buah pecah serta gugur.

Pengendalian penyakit busuk buah kering bisa dikerjakan dengan langkah kurangi kelembaban adakan pembabatam gulma serta sanitasi kebun, membakar sisa-sisa tanaman yang sakit, serta penyemprotan fungisida dithame m-45 konsentrasi 0, 2%.

2. Busuk buah basah
Pemicu penyakit busuk buah basah adalahcendawan ( jamur ) colletotrichum gloeosporioides penz. tanda-tanda serangan yang bisa dilihat yaitu paha pangkal buah yang terinfeksi ada bercak-bercak berwarna cokelat. perubahan bercak cepat sekali, hingga didalam sekian hari garis tengahnya meraih 2, 5 cm. sisi didalam daging buah jadi rusak, lunak, serta berair kebasah –basahan. buah yang sakit jadi mudah gugur serta berwarna cokelat layaknya habis direbus.

Pengendalian penyakit busuk buah basah bisa di kerjakan dengan langkah melindungi kebersihan ( sanitasi ) kebun, memangkas buah yang diserang berat, serta menyemprot tanaman dengan fungisida sepanjang musim hujan diantaranya dengan dithane m-45 konsentrasi 0, 2%.

3. Busuk buah serta gugur daun
Pemicu penyakit busuk buah serta gugur daun yaitu cendawan ( jamur ) phythopthora palmivora ( butl ) butl. tanda-tanda serangan penyakit ini yaitu ada bercak-bercak kecil berwarna kehitaman pada buah yang tetap muda. bercak tersebut terus meluas, hingga selanjutnya buah jadi pecah, serta fuli berwarna putih terlihat dari luar, sampai selanjutnya buah busuk.
Serangan pada buah pala yang masak mengakibatkan kulit buah bebercak-bercak berwarna kuning hingga cokelat tua kehitaman. daun serta pangkal daun yang terinfeksi jadi berwarna cokelat tua kehitaman, daun rontok, serta selanjutnya pohon jadi gundul.
Pengendalian penyakit busuk buah serta gugur daun bisa dikerjakan dengan langkah mengatur jarak tanam yang lebar ( jarang ), pemangkasan sisi tanaman yang sakit, serta sanitsi kebun.

4. Terbelah putih
Pemicu penyakit terbelah putih yaitu cendawan ( jamur ) coreneum sp. tanda-tanda serangannya yaitu ada bercak-bercak kecil berwarna ungu kecokelatan di bagian luar daging buah yang berusia pada 5-8 bln.. beecak tersebut jadi tambah besar serta beralih jadi hitam. daging buah yang terinfeksi jadi hitam. daging buah yang terinfeksi jadi terbelah serta lantas buah dapat jatuh sebelum saat tua.
Pengendalian penyakit terbelah putih bisa dikerjakan dengan langkah bikin saluran pembuangan air ( drainase ) yang baik, pengasapan belerang dibawah pohon dengan dosis 100 gram belerang/pohon, buang buah-buah yang diserang, serta penyemprotan fungisida.

5. Pecah buah mentah
Penyakit pecah buah mentah dimaksud penyakit fisiologis yang dikarenakan oleh sebagian factor, diantaranya usia pohon sudah tua, penyerbukan serta pembuahan yang menyimpang, sifst-sifat keturunan, jarak tanam rapat, serta situasi kebun tidak terpelihara. serangan penyakit fisiologis umumnya berlangsung pada buah yang berusia 4-6 bln.. tanda-tanda serangan yang bisa dilihat yaitu buah pecah, hingga biji serta fuli yang tetap berwarna putih kemerahan hingga merah muda tampak dari luar. pengendalian penyakit fisiologis bisa dikerjakan dengan langkah memelihara tanaman dengan intensif, terlebih pemupukan serta sanitasi kebun.

6. Penyakit lain
Penyakit lain yang kerap ditemukan yaitu kanker batang serta tempat tinggal laba-laba. penyakit kanker batang menyerang batang, cabang, serta ranting, hingga membengkak. namun penyakit tempat tinggal laba-laba menyerang cabang, ranting, serta daun, yang menyebabkan tanda-tanda daun mongering, lantas diikuti oleh ranting dan cabang.
Pengendalian ke-2 type penyakit ini bisa dikerjakan dengan langkah bersihkan kebun dari semak belukar, memangkas sisi yang diserang serta lantas membakarnya.

-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar