Sabtu, 02 Februari 2013

Ternak Burung Puyuh


Ternak Burung Puyuh (ragam budidaya) -Tersebut dapat di sajikan perihal bagaimana langkah beternak burung puyuh. budidaya hewan yg satu ini pantas dicoba dikarenakan menjanjikan juga akhirnya.

1. Histori singkat burung puyuh
Puyuh adalah type burung yg tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek & dapat diadu. burung puyuh dimaksud juga gemak ( bhs. jawa-indonesia ). bhs asingnya dimaksud “quail”, adalah bangsa burung ( liar ) yg pertama kali diternakan di amerika serikat, th. 1870. & terus dikembangkan ke penjuru dunia. namun di indonesia puyuh mulai dikenal, & diternak sejak akhir th. 1979. saat ini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yg ada di indonesia. 

2. Sentra peternakan burung puyuh 
Sntra peternakan burung puyuh banyak ada di sumatera, jawa barat, jawa timur & jateng 

3. Type burung puyuh 
kelas : aves ( bangsa burung ) 
ordo : galiformes 
sub ordo : phasianoidae 
famili : phasianidae 
sub famili : phasianinae 
genus : coturnix 
species : coturnix-coturnix japonica 

4. Faedah burung puyuh 
Telur & dagingnya memiliki nilai gizi & rasa yg lezat 
Bulunya sebagai bahan bermacam kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya 
Kotorannya sebagai pupuk kandang maupun kompos yg baik dapat dipakai sebagai pupuk tanaman 

5. Kriteria lokasi burung puyuh 
lokasi jauh dr keramaian & pemukiman penduduk 
lokasi memiliki kiat transportasi, terlebih jalur sapronak & jalur-jalur pemasaran 
lokasi terpilih bebas dr wabah penyakit 
bukan hanya adalah tempat kerap banjir 
adalah tempat yg senantiasa memperoleh sirkulasi hawa yg baik. 

6. Dasar tehnis budidaya burung puyuh 
Penyiapan fasilitas & peralatan 
Perkandangan 
Didalam sistem perkandangan yg butuh di perhatikan yaitu temperatur kandang yg ideal atau normal berkisar 20-25 derajat c ; kelembapan kandang berkisar 30-80% ; penerangan kandang pd siang hari cukup 25-40 watt, namun malam hari 40-60 watt ( perihal ini berlaku utk cuaca mendung/musim hujan ). tata letak kandang baiknya diatur supaya cahaya matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. jenis kandang puyuh ada 2 ( dua ) jenis yg biasa diaplikasikan yakni sistem litter ( lantai sekam ) & sistem sangkar ( batere ). ukuran kandang utk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya jadi 60 ekor utk usia 10 hari hingga terlepas periode anakan. paling akhir jadi 40 ekor/m 2 hingga periode bertelur. adapun kandang yg biasa dipakai dlm budidaya burung puyuh yaitu : 

Kandang utk induk pembibitan 
kandang ini berpegaruh segera pada produktifitas & kekuatan mneghasilkan telur yg berkwalitas. besar atau ukuran kandang yg dapat dipakai mesti cocok dgn jumlah puyuh yg dapat dipelihara. idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2. 

kandang utk induk petelur 
Kandang ini berperan sebagai kandang utk induk pembibit. kandang ini memiliki wujud, ukuran, & kepentingan peralatan yg sama. kepadatan kandang semakin besar namun dapat juga sama. 

Kandang utk anak puyuh/umur stater( kandang indukan ).
Kandang ini adalah kandang untuk anak puyuh pd usia starter, yakni mulai usia 1 hari hingga dgn dua hingga tiga minggu. kandang ini berperan utk melindungi supaya anak puyuh yg tetap membutuhkan pemanasan itu terus terlindung & memperoleh panas yg cocok dgn keperluan. kandang ini butuh dilengkapi alat pemanas. umumnya ukuran yg kerap dipakai yaitu lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, & tinggi kaki 50 cm. ( cukup berisi 90-100 ekor anak puyuh ). 

Kandang utk puyuh usia grower ( 3-6 minggu ) & layer ( lebih dr 6 minggu ) 
wujud, ukuran ataupun peralatannya sama dgn kandang utk induk petelur. alas kandang umumnya berbentuk kawat ram. 

Peralatan 
Perlengkapan kandang berbentuk area makan, area minum, area bertelur & area obat-obatan. 

Penyiapan bibit 
Yang butuh di perhatikan oleh peternak sebelum saat mengawali usahanya, yaitu memahami 3 ( tiga ) unsur produksi usaha perternakan yakni bibit/pembibitan, pakan ( ransum ) & pengelolaan usaha peternakan. penentuan bibit burung puyuh sesuai dgn tujuan pemeliharaan, ada 3 ( tiga ) jenis tujuan pemeliharaan burung puyuh, yakni : 
a. Untk produksi telur mengonsumsi, dipilih bibit puyuh type ketam betina yg sehat atau bebas dr kerier penyakit. 
b. untk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan & puyuh petelur afkiran. 
untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yg baik produksi telurnya & puyuh jantan yg sehat yg siap membuahi puyuh betina supaya dapat menanggung telur tetas yg baik. 

Pemeliharaan 
1 ) Sanitasi & tindakan preventif 
untuk melindungi munculnya penyakit pd pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang & vaksinasi pada puyuh butuh dikerjakan sedini 
barangkali. 
2 ) Pengontrolan penyakit 
pengontrolan penyakit dikerjakan setiap waktu & jika ada sinyal tanda yg kurang sehat pada puyuh mesti segera dikerjakan penyembuhan cocok dgn panduan dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau panduan dr poultry shoup. 
3 ) Pemberian pakan 
Ransum ( pakan ) yg dapat diberikan utk puyuh terdiri dr sebagian wujud, yakni : wujud pallet, remah-remah & tepung. dikarenakan puyuh yg senang usil memtuk temannya dapat memiliki aktivitas dgn mematuk-matuk pakannya. pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 ( dua ) kali 1 hari pagi & siang. namun puyuh remaja/dewasa diberikan ransum cuma satu kali 1 hari yakni pada pagi hari. utk pemberian minum pd anak puyuh pd bibitan terus-menerus. 
4 ) Pemberian vaksinasi & obat 
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dgn dosis separo dr dosis utk ayam. vaksin dapat diberikan melewati tetes mata ( intra okuler ) atau air minum ( peroral ). pemberian obat segera dikerjakan jika puyuh tampak gejala-gejala sakit dgn menghendaki pertolongan panduan dr ppl setempat maupun dr toko peternakan ( poultry shoup ), yg ada di dekat anda beternak puyuh. 


7. Hama & penyakit burung puyuh 

Radang usus ( quail enteritis ) 
pemicu : bakteri anerobik yg membentuk spora & menyerang usus, hingga timbul pearadangan pd usus. 
tanda-tanda : puyuh terlihat lesu, mata tertutup, bulu terlihat kusam, kotoran berair & memiliki kandungan 

Asam urat. 
pengendalian : melakukan perbaikan tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yg sehat dr yg tlah terinfeksi. 

Tetelo ( ncd/new casstle diseae ) 
Tanda-tanda : puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, terkadang berdarah, tinja encer kehijauan yang 
spesifik ada tanda-tanda “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu & lumpuh. 
Pengendalian : 
melindungi kebersihan lingkungan & peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang ; 
pisahkan ayam yg sakit, menghindar tamu masuk areal peternakan tanpa pakaian yg mensucihamakan/ steril dan lakukan vaksinasi ncd. hingga saat ini belum ada obatnya. 

Berak putih ( pullorum ) 
pemicu : kuman salmonella pullorum & adalah penyakit menular. 
tanda-tanda : kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut & sayap lemah menggantung. 
pengendalian : sama dgn pengendalian penyakit tetelo. 

Berak darah ( coccidiosis ) 
tanda-tanda : tinja berdarah & mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. 
Pengendalian : 
melindungi kebersihan lingkungaan, melindungi litter terus kering ; 
dengan tetra chloine capsule diberikan melewati mulut ; noxal, trisula zuco tablet dilarutkan dlm air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox 

Cacar unggas ( fowl pox ) 
pemicu : poxvirus, menyerang bangsa unggas dr seluruh usia & type kelamin. 
tanda-tanda : imbulnya keropeng-keropeng pd kulit yg tidak berbulu, layaknya pial, kaki, mulut & farink yg jika dilepaskan dapat mengeluarkan darah. 
pengendalian : vaksin dipteria & mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfksi. 

Quail bronchitis 
pemicu : quail bronchitis virus ( adenovirus ) yg berbentuk amat menular. 
tanda-tanda : puyuh terlihat lesu, bulu kusam, gemetar, sukar bernafas, batuk & bersi, mata & hidung terkadang mengeluarkan lendir dan kadang-kadang kepala & leher agak terpuntir. 
pengendalian : pemberian pakan yg bergizi dgn sanitasi yg cukup. 

Aspergillosis 
pemicu : cendawan aspergillus fumigatus. 
tanda-tanda : puyuh alami masalah pernafasan, mata terbentuk susunan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan menyusut. 
pengendalian : melakukan perbaikan sanitasi kandang & lingkungan sekitarnya. 

Cacingan 
pemicu : sanitasi yg jelek. 
tanda-tanda : puyuh terlihat kurus, lesu & lemah. 
pengendalian : melindungi kebersihan kandang & pemberian pakan yg terjaga kebersihannya. 

8. Panen burung puyuh 

Hasil utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yg jadi hasil utamanya yaitu produksi telurnya yg dipanen tiap-tiap hari sepanjang masa produksi berjalan. 
Hasil tambahan 
namun yg adalah hasil tambahan diantaranya berbentuk daging afkiran, tinja & bulu puyuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar