Jumat, 01 Februari 2013

Tips Manajemen Pakan Lele


Tips Manajemen Pakan Lele (ragambudidaya) -Lele pada prinsipnya adalah hewan omnivora hingga type pakannya cukup banyak. tak hanya pakan utama yang berbentuk pelet, lele juga bisa diberi makan berbentuk pakan alami atau pakan alternatif. pakan alami maupun pakan alternatif yang didapatkan pada lele mesti mencukupi 3 ( tiga ) syarat, yakni murah, mudah didapat, serta mencukupi keperluan nutrisi. oleh dikarenakan itu telah sewajarnya kita studi tentang manajemen pakan lele.

1. Pakan alami
Pakan alami yang bisa diberikan untuk lele cukup banyak. sebagian type pakan alami yang bisa dipakai sebagai pakan lele diantaranya keong mas, bekicot, cacing tanah, serta ikan rucah.
a. Keong mas
Keong mas adalah hama yang banyak mendatangkan kerugian untuk beberapa petani. binatang ini pertumbuhannya amat cepat. keong mas sebagai musuh petani ini bisa digunakan sebagai pakan lele. seluruh tubuh keong ini bisa digunakan sebagi pakan, terkecuali cangkangnya. langkah pemberiannya lalu amat mudah. keong mas dipecah serta dikeluarkan dari cangkang, dipotong kecil-kecil cocok ukuran mulut lele, lantas dimasukkan ke kolam.
b. Bekicot
Mutu bekicot sebagai pakan lele sama sebaiknya dengan keong mas. cuma saja saat ini ini bekicot telah mulai langka. langkah mempersiapkan bekicot untuk pakan lele yaitu sama juga dengan langkah mempersiapkan pakan dari keong mas, apalagi lebih mudah dikarenakan daging bekicot lebih mudah dikeluarkan.
c. Cacing tanah
Cacing tanah cukup baik untuk dipakai sebagai pakan lele dikarenakan mempunyai kandungan protein yang tinggi. cacing tanah hidup di tanah yang lembap. lubangnya ditandai oleh gundukan tanah yang berupa khas. cacing tanah bisa diberikan didalam situasi hidup ataupun telah kering. baiknya cacing tanah dikeringkan terlebih dulu untuk hindari kemungkinan terbawanya bibit penyakit.
d. Ikan rucah
Yang disebut ikan rucah yaitu ikan kecil-kecil yang tidak layak mengonsumsi. di tempat pelelangan ikan ( tpi ) banyak ada ikan yang tidak layak mengonsumsi, yang umumnya dikumpukan oleh pedagang serta dijual dengan harga yang amat murah. ikan rucah juga nerupakan makanan yang baik untuk lele. baiknya ikan itu dicuci bersih terlebih dulu untuk menyingkirkan kandungan garamnya.


2. Pakan alternatif
Pakan alternatif juga bisa dipakai untuk menghimpit cost pemeliharaan selama tidak kurangi nutrisi yang didapatkan pada lele itu. pakan alternatif baiknya datang dari limbah yang dijual dengan harga yang amat murah, atau apalagi yang dibuang orang demikian saja.
a. Limbah pemotongan hewan
Area pemotongan hewan membuahkan sangat banyak limbah. memanglah tidak seluruh limbah bisa digunakan sebagai pakan lele. cuma limbah kulit, jeroan, serta darah yang bisa dipakai sebagai pakan lele. sebelum saat diberikan, baiknya limbah itu dipotong-potong terlebih dulu dengan ukuran spesifik. spesial untuk darah, baiknya diendapkan sampai membeku serta lantas baru dipotong kecil-kecil
b. Limbah peternakan ayam
Kotoran ayam juga bisa jadikan pakan lele. perihal itu dikarenakan kandungan proteinnya cukup tinggi, terlebih limbah dari peternakan ayam yang dipelihara dengan intensif. apalagi sebagian peternakan menggabungkan ternak lele dengan ayam, yang dikenal dengan sistem “longyam”. sesungguhnya sistem ini beresiko untuk ayam dikarenakan kemungkinan ayam untuk diserang penyakit amat tinggi akibat kelembaban yang datang dari kolam yang ada di bawah kandangnya.
c. Limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga juga bisa jadi sumber pakan yang baik untuk lele. sisa-sisa makanan, terlebih nasi, ikan, daging, sayur, dan seterusnya amat baik sebagai pakan lele. sisa makan ini bisa diberikan segera tanpa diolah terlebih dulu. sisa makanan bisa dihimpun dari tetangga lebih kurang apabila inginkan jumlah yang semakin banyak untuk mencukupi keperluan lele yang dipelihara.
d. Bangkai
Walau menjijikan, tetapi bangkai bisa juga jadikan sebagai pakan alternatif. jika kolam lele dekat dengan peternakan ayam, bangkai ayam yang mati bisa dipakai sebagai pakan lele. sebelum saat diberikan, bangkai itu baiknya dipotong kecil-kecil terlebih dulu. yang butuh di perhatikan saat mengolah bangkai yaitu keamanannya, mengingat bangkai itu barangkali memiliki kandungan bibit penyakit beresiko, contohnya flu burung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar